Berita

Kemenpar Minta Kegiatan di Semua Sektor Pariwisata Ditunda

Kemenpar juga berkoordinasi dengan K/L terkait untuk menjalankan Inpres Realokasi Anggaran Penanganan Covid-19, dan beberapa stimulus ekonomi untuk meringankan dampak dan biaya guna mengurangi potensi PHK.
Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 2 Menit
Kemenpar Minta Kegiatan di Semua Sektor Pariwisata Ditunda
Kemenpar Minta Kegiatan di Semua Sektor Pariwisata Ditunda

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) tidak hanya sekadar memperhatikan perusahaan-perusahaan seperti hotel, EO, travel agen dan lain sebagainya, tetapi juga memperhatikan nasib jutaan pekerja, serta nasib UMKM dan penduduk di daerah tertentu yang mengandalkan pariwisata sebagai mata pencaharian.

 

Dampak penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) https://covid19.kemkes.go.id/, 514 orang dipastikan positif terdampak Covid-19. Dari total tersebut, 48 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 29 orang sembuh dan sisanya masih dalam perawatan.

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, menyampaikan bahwa data-data tersebut menunjukkan persoalan Covid-19 harus menjadi perhatian utama. Dia menegaskan bahwa sejauh ini pemerintah sangat serius mengambil langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran Corona, termasuk dari lembaga yang dipimpinnya saat ini.

 

“Kami menyadari betul dampak bagi semua orang, tidak hanya soal ekonomi tapi saat ini yang terpenting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan setiap individu masyarakat Indonesia. Ini rintangan yang tidak mudah, belajar dari negara lain satu hal yang pasti adalah mengehentikan penyebaran Virus Corona secepat-cepatnya.

 

Kami sudah mengeluarkan SE untuk segala kegiatan di semua sektor di pariwisata agar ditunda sementara waktu sesuai dengan periode masa darurat oleh BNPB demi mengurangi penyebaran Covid-19. Ini keputusan yang harus dilakukan dengan harapan penyebaran dapat berakhir sehingga segala aktivtas dapat berjalan normal kembali,” kata Wishnutama dalam streaming konferensi pers di Jakarta, Senin (23/3).

 

Wishnutama menyadari bahwa pariwisata menjadi sektor pertama dan paling utama yang terkena dampak dari Covid-19. Dalam hal ini, pihaknya tidak hanya sekedar memperhatikan perusahaan-perusahaan seperti hotel, EO, travel agen dan lain sebagainya, tetapi juga memperhatikan nasib jutaan pekerja, serta bagaimana posisi UMKM dan penduduk di daerah tertentu yang mengandalkan pariwisata sebagai mata pencaharian.

 

 

Untuk itu, Kemenpar bersama jajaran kementerian lainnya tengah melakukan koordinasi dan menyiapkan kebijakan untuk mengatasi dampak virus Corona termasuk industri pariwisata.

Berita Terkait