Corporate Law Firms Ranking 2020

​​​​​​​Ini Dia Top 30 Corporate Law Firm Besar Indonesia 2020

​​​​​​​Mengedepankan kualitas pelayanan. Kuantitas jumlah meningkat tergantung kebutuhan beban kerja.
Oleh:
Normand Edwin Elnizar
Bacaan 2 Menit
​​​​​​​Ini Dia Top 30 Corporate Law Firm Besar Indonesia 2020
Hukumonline

Daftar Top 30 corporate law firm didominasi generasi law firm era 2000-an. Posisi pertama diduduki Assegaf Hamzah & Partners (AHP) yang berdiri tahun 2001. Disusul berturut-turut oleh HHP Law Firm yang berdiri tahun 1989, Lubis Ganie Surowidjojo (LGS) tahun 1985, Dentons HPRP tahun 1990, dan Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR) tahun 1967.

 

ABNR menjadi law firm tertua dari generasi pertama yang ada dalam Top 30. Survei Hukumonline selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan ABNR mampu bertahan dalam jajaran lima besar.

 

Masih ada dua firma hukum era 80-an yang menemani LGS dan HHP Law Firm di daftar Top 30. Keduanya adalah Makarim & Taira S. yang berdiri tahun 1980 dan Lubis, Santosa & Maramis (LSM) di tahun 1986.

 

Sedangkan yang berdiri era 90-an lainnya dalam daftar Top 30 ada enam firma hukum. Masing-masing adalah SSEK Indonesial Legal Consultants tahun 1992, Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP) tahun 1994, Soemadipradja & Taher (S&T) tahun 1991, Roosdiono & Partners tahun 1999, Hutabarat Halim & Rekan tahun 1996, dan Makes & Partners Law Firm tahun 1993.

 

Selebihnya adalah law firm era 2000-an. Hasil menarik ditunjukkan oleh lima law firm dalam daftar Top 30 ternyata baru berdiri lima tahun belakangan. Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP) dan ABC Law di tahun 2015. Selanjutnya Guido Hidayanto & Partners di tahun 2016 disusul Walalangi & Partners (W&P) dan UMBRA masing-masing di tahun 2017.

 

Hampir seluruh law firm dalam daftar Top 30 berada di wilayah DKI Jakarta. ABC Law yang berada di Bali menjadi satu-satunya di luar DKI Jakarta. Lebih dari separuh law firm di daftar Top 30 berafiliasi dengan law firm asing atau memiliki advokat asing yang bekerja di kantornya.

 

Dua law firm bahkan masing-masing berafiliasi dengan salah satu dari The Big Four. Hermawan Juniarto & Partners (HJ) yang didirikan tahun 2005 menjadi bagian dari jaringan Deloitte pada Oktober 2018. Sedangkan LGS resmi menjadi bagian dari jaringan KPMG melalui KPMG Indonesia sejak Mei 2019.

Berita Terkait