Senin, 23 March 2020

​​​​​​​Deretan Corporate Law Firm Menengah Kenamaan Indonesia 2020

​​​​​​​Menjaga kualitas pelayanan dengan ukuran efisien.
Normand Edwin Elnizar

Corporate Law Firms Ranking 2020 berhasil menghimpun 69 corporate law firm menengah kenamaan Indonesia. Jumlah fee earners terbesar di kategori ini mulai dari paling banyak 21 fee earners dan paling kecil tiga fee earners. Berdasarkan metode pemeringkatan, ada 19 peringkat di kategori ini.

 

Adnan Buyung Nasution & Partners (ABNP) menjadi law firm dari generasi pertama di daftar ini. Hukumonline pernah menelusuri jejaknya dalam liputan khusus Sejarah Kantor Advokat Indonesia.

 

Namun pada survei kali ini Hukumonline mencatat data baru. Firma hukum Markus Sajogo & Associates asal Surabaya, Jawa Timur mengaku telah berdiri sejak tahun 1967. Kedua firma hukum ini lantas menjadi law firm dari generasi 60-an yang berada di daftar Corporate Law Firm Menengah Kenamaan.

 

Baca:

 

Frans Winarta & Partners Law Firm yang berdiri tahun 1981 dan Suria Nataadmadja & Associates tahun 1983 menjadi law firm era 80-an dalam daftar ini. Empat law firm yang berdiri era 90-an dalam daftar Corporate Law Firm Menengah Kenamaan ialah Jusuf Indradewa & Partners tahun 1990, Adams & Co. tahun 1999, Aji Wijaya & Co. tahun 1990, dan Brigitta I. Rahayoe & Partners tahun 1996.

 

Law firm yang lahir di era 2000-an paling banyak memenuhi daftar Corporate Law Firm Menengah Kenamaan. Dua law firm bahkan baru berdiri di tahun 2019 yaitu Siahaan Gea Attorneys at Law dan ADP Counsellors at Law.

 

Hanya 12 firma hukum di daftar ini yang berafiliasi dengan law firm asing atau memiliki advokat asing di kantornya. Tercatat hanya ada empat law firm di luar DKI Jakarta. LexRegis di Tangerang, Banten serta Martin Suryana &  Associates, Markus Sajogo & Associates, dan Kantor Advokat Andrian Febrianto di Jawa Timur.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua