Selasa, 24 Maret 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, PERADI Usulkan Sidang Perkara Pidana Secara Online

Situasi ancaman pandemi Covid-19 seperti saat ini menjadi momentum bagi MA untuk memperluas sistem e-court hingga ke persidangan perkara pidana.
Moh. Dani Pratama Huzaini
Wakil Sekretaris Jenderal PERADI, Rivai Kusumanegara. Foto: RES

Penyebaran wabah Coronavirus Disease-19 (Covid - 19) di Tanah Air masih terus berlangsung. Di tengah upaya pemerintah menekan kemungkinan penyebaran dengan cara pembatasan interaksi antar orang (social distancing), jumlah orang dengan status positif terus bertambah. 

 

Update pemerintah per tanggal 23 Maret 2020 menyebutkan total orang dengan status positif terjangkit Covid-19 sebanyak 579. Sementara jumlah pengidap yang dinyatakan sembuh sebanyak 30 orang. Korban meninggal dari wabah ini bahkan tidak lebih kecil dari angka penderita yang sembuh. 49 orang yang terjangkit Covid - 19 dinyatakan meninggal dunia.

 

Hal ini ikut menjadi perhatian sejumlah organisasi profesi, salah satunya adalah Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Setelah sebelumnya PERADI membatalkan rencana gelaran Musyawarah Nasional ke III demi mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19, kali ini PERADI mengusulkan kepada Mahkamah Agung (MA) untuk menerapkan persidangan secara online (e-court) untuk perkara pidana. 

 

Wakil Sekretaris Jenderal PERADI, Rivai Kusumanegara, mengusulkan kepada MA agar persidangan pidana dapat dilakukan secara online. Hal ini tentu saja sebagai salah satu cara untuk menghadapi pandemi dan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pengadilan. 

 

“Hal tersebut agar kesehatan tahanan terlindungi dan persidangan dapat berjalan dengan memperhatikan masa penahanan dan hak Terdakwa,” ujar Rivai kepada hukumonline, Selasa (24/3).

 

Menurut Rivai, situasi ancaman pandemi Covid - 19 seperti saat ini menjadi momentum bagi MA untuk memperluas sistem e-court hingga ke persidangan perkara pidana. Jika sebelumnya sistem e-court telah diterapkan pada persidangan perdata, tata usaha negara, dan agama, maka Mahkamah Agung diharapkan memberi kewenangan pada Hakim untuk menggunakan sarana teleconference.

 

(Baca: Jerat Pidana Bagi Warga ‘Bandel’ yang Nekat Berkerumun)

 

Rivai menilai situasi saat ini bersifat mendesak sehingga MA memiliki cukup alasan untuk menggunakan sarana yang saat ini jamak tersedia di publik seperti aplikasi zoom, microsoft team dan sebagainya. Dalam seminggu terakhir aplikasi teleconference banyak digunakan bagi kegiatan instansi, dunia usaha maupun pendidikan. 

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua