Kamis, 26 March 2020

Tips! Hindari 6 Kesalahan Umum dalam Pembuatan Kontrak Berbahasa Inggris

Semakin mudah klien mencerna maksud dan isi kontrak, semakin meningkat pula kepercayaannya terhadap lawyer.
Hamalatul Qur'ani
Keld Conradsen. Foto: RES

Konsep modern penulisan kontrak telah menggeser paradigma lama yang rumit menjadi mudah dipahami (understandable). Kontrak bisnis internasional pada umumnya sudah menggunakan bahasa Inggris yang pilihan kata-katanya sangat penting. Artinya, bahasa yang dipakai dalam kontrak tidak bisa sembarangan.

Simplifikasi penyusunan klausula kontrak melalui Plain English (PE) akhirnya menjadi semakin populer dewasa ini. Bukan sekadar dari sudut pandang lawyer, banyak klien yang bahkan menjadikan kemampuan drafting kontrak menggunakan konsep PE sebagai tolok ukur kualitas lawyer yang ingin dipilihnya.

Asumsinya, semakin mudah klien mencerna maksud dan isi kontrak, semakin meningkat pula kepercayaannya terhadap lawyer. Dengan demikian, implementasi kontrak juga diprediksi lebih mudah dan jauh dari multitafsir atau ketidakpastian. Dalam training hukumonline bertajuk Drafting English Language Legal Documents and Contracts, Rabu, 27 Februari lalu, Foreign Counsel DDC Law Firm and Business Advisor, Keld Conradsen memberikan tips seputar perancangan kontrak bisnis menggunakan PE.

(Baca juga: Kenali Plain English dalam Penyusunan Kontrak Berbahasa Inggris).

Tips bagi seorang drafter kontrak sangat penting untuk mengurangi potensi kesalahan. Selama ini berdasarkan pemantauannya, ada beberapa kesalahan umum yang sering dijumpai dalam kontrak berbahasa Inggris. Berikut beberapa point yang menurut Keld perlu dihindari berdasarkan konsep PE:


  1. Penggunaan kata ‘included but not limited to’.

Seringkali drafter merasa menggunakan kata ‘included but not limited to (termasuk namun tidak terbatas pada)’ seolah merupakan suatu kewajiban tersendiri. Menurut Keld, kata itu tak perlu digunakan dalam kontrak. Penggunaan kalimat itu hanya akan memunculkan pertanyaan lanjutan seperti, apa yang harus dan tidak harus termasuk sebagai objek dalam suatu kontrak.

Ujungnya, terlalu banyak memasukkan objek perjanjian terkait hal apa saja yang dimaksud kontrak, hanya akan memperbesar kemungkinan hal atau kondisi lain yang dapat dikecualikan dalam kontrak. Ini tentu saja dapat merugikan klien. Betapa banyak kasus di pengadilan yang berakhir mengecewakan akibat interpretasi kata included but not limited to yang jauh dari harapan.

Ia berpesan, sebaiknya, gunakan struktur aturan PE dan buat kontrak sejelas mungkin. “Semakin banyak kamu measukkan list definisi yang tergolong included but not limited to, maka hal-hal yang tidak termasuk dalam definisi itu menjadi dikecualikan dalam perjanjian,” kata Keld

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua