Senin, 30 March 2020

Yuk, Berani Lawan Pelecehan Seksual!

Hukum Indonesia masih mengatur jerat pasal pelecehan seksual secara general. Kita masih memerlukan payung hukum khusus seperti Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).
CT-CAT

“Mau kemana, Neng? Sendirian aja.”

 

Suit suit, Cantik. Kenalan, dong!”

 

Wahai perempuan, pernahkah kalian digoda oleh seseorang yang tidak dikenal di jalan atau tempat umum? Perbuatan ini disebut dengan catcalling, yang dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual secara verbal.

 

 

Komnas Perempuan mencatat, pada tahun 2019 terjadi kekerasan terhadap perempuan sebesar 3.602 kasus. 520 di antaranya adalah kasus pelecehan seksual. Akan tetapi, angka yang tercatat tentu belum mewakili terjadinya kasus pelecehan seksual lainnya yang tidak tercatat atau tidak dilaporkan.

 

Para korban pelecehan seksual cenderung memilih bungkam karena berbagai alasan seperti ancaman dari pelaku, rasa takut, malu, atau stigma tabu yang kini masih melekat. Bahkan, tidak sedikit kita temukan komentar warganet yang justru menyudutkan korban, dengan seolah-olah menyalahkan cara berpakaian korban.

 

Dipandu oleh Bernadetha Aurelia Oktavira, Legal Writer Hukumonline, kali ini Hukumonline Podcast mengobrol asyik bersama dengan Dede Fitriani Choirunisa, Event & Training Coordinator Hukumonline dan Phalita Gatra, Editor of Legal Research & Analysis Hukumonline. Obrolan berkisar dari bentuk-bentuk pelecehan seksual sampai dengan langkah menghadapi pelaku pelecehan seksual.

 

Berikut rincian obrolan yang perlu kamu tahu:

 

1. Bentuk-bentuk Pelecehan Seksual

Ada berbagai bentuk pelecehan seksual, antara lain catcalling, eksibisionisme, pornografi di media sosial, pelecehan seksual secara fisik seperti meraba-raba buah dada, kemaluan, atau kontak fisik lainnya yang melecehkan.

 

2. Kasus Pelecehan Seksual di Indonesia

Perempuan sering kali dijadikan objek seksual yang dinilai mengundang hawa nafsu. Tidak jarang pula, pelaku mengancam korban agar tidak melapor. Sehingga kasus pelecehan seksual yang tidak tercatat semakin merajalela karena pelaku masih bebas berkeliaran di masyarakat.

 

Sedangkan hukum di Indonesia masih mengatur jerat pasal pelecehan seksual secara general. Kita masih memerlukan payung hukum khusus seperti Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua