Kamis, 09 April 2020

Top Tier Law Firm Indonesia Bersiaga Hadapi Dampak Covid-19, Seperti Apa?

Strategi bertahan dipersiapkan setidaknya enam bulan ke depan. Pelepasan pegawai dihindari meski tetap menjadi opsi.
Norman Edwin Elnizar
Ilustrasi dampak wabah covid-19 terhadap advokat. Ilustrator: BAS

Sejumlah law firm papan atas Indonesia mulai melakukan strategi penyelamatan bisnis. Pemotongan gaji fee earners hingga mengurangi personel kantor tak bisa dihindari masuk sebagai opsi. Strategi mereka diupayakan untuk mengantisipasi hingga enam bulan ke depan. “Kalau situasi ini berlanjut sampai lewat bulan Mei akan sangat memusingkan,” ujar Andre Rahadian, Partner DentonsHPRP.

DentonsHPRP adalah firma afiliasi dari jaringan Dentons di Indonesia. Beredar kabar Dentons di Eropa dan Timur Tengah berencana memotong pembayaran partner dan para fee earner lainnya. Andre menjelaskan kebijakan itu tidak berlaku untuk semua afiliasi Dentons. “Soal itu diserahkan kepada masing-masing. Hanya saja struktur paling atas bersiap berkorban paling awal,” katanya kepada hukumonline.

Ia tidak menampik pemotongan gaji mungkin saja terjadi. Jika harus terjadi, dipastikan akan bertahap mulai dari equity partner, salary partner baru disusul yang lain. Sejauh ini DentonsHPRP bersiap dengan mengurangi pengeluaran yang tidak esensial. Perencanaan ulang jadwal pengeluaran juga dilakukan.

(Baca juga: Dentons HPRP Diluncurkan, Firma Hukum Indonesia Pertama Berlabel Global).

Bono Daru Adji, Managing Partner Assegaf Hamzah & Partners (AHP) mengaku pihaknya mempersiapkan strategi hingga enam bulan mendatang. “Kami harus komprehensif dengan segala kemungkinan. Termasuk kondisi terburuk,” kata Bono.

Seperti DentonsHPRP, AHP menentukan secara mandiri langkah antisipasi tanpa terikat kebijakan law firm asing afiliasi mereka. Rajah Tann Asia hanya berbagi panduan hasil pengalaman mereka menghadapi wabah SARS belasan tahun silam.

(Baca juga: AHP Songsong MEA 2015 Lewat Aliansi dengan Rajah Tann Asia).

Teguh Irianto Maramis, Managing Partner Lubis Santosa & Maramis (LSM) pun mengungkapkan bahwa kebijakan Reed Smith sebagai afiliasi asing tidak mengikat mereka. Kabar sebelumnya Reed Smith akan memotong pendapatan bulanan sebesar 40 persen untuk equity partner selama lima bulan ke depan. Pada saat yang sama nonequity partners akan dipotong 15 persen selama tiga bulan ke depan.

“Kebijakan LSM dengan Reed Smith tidak harus sama. Hubungan kami juga nonekslusif sehingga secara manajemen terpisah,” kata Teguh. Pemotongan gaji diakuinya tetap menjadi opsi. Namun LSM belum memutuskan akan menggunakan cara itu. Penghematan di pos pengeluaran fasilitas operasional menjadi pilihan pertama.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua