Jumat, 10 April 2020

7 Mitos dan Fakta Hukum: dari Meterai sampai Penjara Seumur Hidup

Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat, seperti fungsi meterai pada perjanjian, perbedaan perjanjian dan MoU, ketentuan pesangon saat karyawan resign, mahasiswa hukum yang harus menghafal pasal, hingga jangka waktu penjara seumur hidup.
CT-CAT

Kadang kala, kita sering salah kaprah mengenai istilah-istilah atau hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Hal ini karena ada banyak mitos yang beredar di masyarakat, seperti fungsi meterai pada perjanjian, perbedaan perjanjian dan MoU, ketentuan pesangon saat karyawan resign, mahasiswa hukum yang harus menghafal pasal, hingga jangka waktu penjara seumur hidup. Namun, namanya mitos, beberapa hal tersebut belum tentu benar. Ingin tahu faktanya?

 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirim ke http://www.hukumonline.com/klinik, tetapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawabannya dulu, ya!

 

1. Meterai

Fungsi atau hakikat utama Bea Meterai adalah pajak dokumen yang dibebankan oleh negara untuk dokumen-dokumen tertentu, salah satunya perjanjian. Perjanjian yang tidak dibubuhkan meterai tidak membuat pernyataan atau perjanjian tersebut menjadi tidak sah. Namun, jika bermaksud menjadikan perjanjian itu sebagai alat bukti di pengadilan, harus dilunasi Bea Meterai yang terutang.

 

Selengkapnya: Fungsi Meterai - http://bit.ly/FungsiMeterai

 

2. Perjanjian & MoU

Memorandum of Understanding (MoU) merupakan perjanjian pendahuluan. MoU pada dasarnya tidak dikenal dalam hukum konvensional di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, khususnya bidang komersial, MoU sering digunakan.

 

MoU belum melahirkan suatu hubungan hukum karena MoU baru merupakan persetujuan prinsip yang dituangkan secara tertulis. Sementara perjanjian merupakan suatu peristiwa di mana salah satu pihak berjanji kepada pihak lainnya atau kedua belah pihak saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal.

 

Selengkapnya: Beda Perjanjian dengan MoU – http://bit.ly/PerjanjianMou  

 

3. Pesangon Karyawan Resign

Yang termasuk Uang Penggantian Hak:

 


  1. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

  2. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja;

  3. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;

  4. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

  5.  

Selengkapnya: Apakah Pekerja yang Mengundurkan Diri Mendapatkan Pesangon? -  http://bit.ly/PesangonResign

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua