Hukumonline's NeXGen Lawyers 2020

Kiprah Cemerlang Melani Wakili Bank-Bank Besar Hadapi Sengketa Kelas Kakap

Apresiasi tinggi diberikan oleh para partner SSMP kepada Melani atas kemampuan memahami instruksi, sikap tahan banting, dan kecermatannya dalam memahami kebutuhan para klien.
Oleh:
CT-CAT
Bacaan 2 Menit
Melani Fitria Putri, Senior Associate di Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP). Foto: istimewa.
Melani Fitria Putri, Senior Associate di Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP). Foto: istimewa.

Tidak pernah terlintas di benak Melani Fitria Putri, Senior Associate di Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP) untuk menggeluti profesi advokat. Namun, takdir berkata lain, Melani kini menjadi salah satu advokat muda yang memiliki spesialisasi di bidang kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

 

Walaupun sempat diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, ternyata Melani menjatuhkan pilihan pada Fakultas Hukum Unika Atma Jaya sebagai tempatnya memperoleh gelar Sarjana. Aktif dalam organisasi peradilan semu dan bertugas sebagai asisten pengacara di LBH kampus, menjadi modal utama Melani untuk mengarungi dunia lawyering.

 

Menapaki Karier sebagai Advokat

Melani memulai karier hukumnya pada 2013 sebagai junior associate di salah satu kantor hukum litigasi ternama di Jakarta Pusat. Kantor hukum ini pulalah yang akhirnya membuat Melani yakin untuk menjalani passion-nya sebagai advokat.

 

Peminatan Hukum Internasional yang dipilihnya semasa kuliah tidak membuatnya berkecil hati untuk menangani perkara litigasi. Meskipun seorang fresh graduate, Melani langsung dipercaya untuk ikut terlibat menangani beberapa perkara besar dalam bidang kepailitan dan PKPU, antara lain PKPU BUMN tertua yang bergerak di bidang pengolahan kertas yang berujung pada homologasi, kepailitan perusahaan tambang yang berdomisili di Kalimantan Timur, dan mendampingi perusahaan produsen mesin rajut terkomputerisasi terkenal asal Jepang, dalam PKPU salah satu perusahaan garmen terbesar di Indonesia.

 

Merasa belum cukup dengan ilmu yang saat itu dimilikinya, pada 2015 Melani mengambil magister di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan peminatan Hukum Kekayaan Intelektual (HKI). Ia mendapatkan gelar Magister Hukum pada 2017. Adapun peminatan HKI tidak lepas dari profesi lanjutan Melani sebagai Konsultan HKI yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sejak 2014.

 

Pada 2015, Melani kemudian bergabung dengan SSMP sebagai associate pertama dari SSMP. Menerima ajakan untuk bergabung dengan SSMP yang saat itu baru saja berdiri merupakan langkah besar yang diambil oleh Melani dalam karier, sekaligus pembuktian bahwa ia berani mencoba tantangan baru, mau bertumbuh, dan belajar bersama-sama dengan para partner yang terbilang masih muda. SSMP sendiri dipimpin oleh Nien Rafles Siregar, selaku Managing Partner yang juga merupakan senior Melani saat bekerja bersama di kantor sebelumnya.

 

Mulanya, kesulitan dirasakan Melani mengingat betapa repotnya ia sebagai associate pertama SSMP yang menangani perkara yang didistribusikan oleh ketiga partner: Nien Rafles Siregar, Rudi Setiawan, dan Bobby Manalu. Apalagi, saat itu ia masih menempuh studi magisternya. Namun, kesulitan-kesulitan tersebut dijadikan motivasi untuk tetap memberikan yang terbaik. Terbukti, dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, Melani menjadi senior associate di SSMP dan memimpin tim yang terdiri atas 18 associates. Terlepas dari semua kesibukan menjalankan karier sebagai seorang lawyer, Melani tidak melupakan perannya sebagai seorang istri dan ibu, dan mampu menyeimbangkan ketiga peran tersebut.

Berita Terkait