Hukumonline's NeXGen Lawyers 2020

Manuver Becca, Pengacara Milenial Perempuan di Era Digital

Keinginan belajar yang tinggi serta kemampuan menganalisis dengan cepat menjadi bekal Becca di dunia hukum digital, khususnya teknologi finansial.
Oleh:
CT-CAT
Bacaan 2 Menit
Rebecca Diana Amelia, Associate di Kantor Hukum Kyora. Foto: istimewa.
Rebecca Diana Amelia, Associate di Kantor Hukum Kyora. Foto: istimewa.

Perempuan dan usia muda, kerap kali dianggap remeh serta kurang mumpuni di dunia hukum yang didominasi laki-laki. Beruntung, Rebecca Diana Amelia berhasil mengubah pandangan tersebut. Usianya masih di bawah 25 tahun dan pengalamannya baru tiga tahun. Namun, associate dari kantor hukum Kyora ini memiliki etika kerja tinggi dan mampu menangani konsultasi hukum bank-bank asing di Indonesia, terlebih yang berkaitan dengan transaksi keuangan serta teknologi finansial yang regulasinya sangat ketat. Pengalamannya, mencakup praktik umum perusahaan, keuangan perbankan, data & teknologi., serta data digital.

 

Becca—sebagaimana ia biasa dipanggil justru menjadikan usia muda sebagai keunggulannya. Paham jika ia mesti terus belajar, Becca tidak pernah merasa malu atau ragu untuk bertanya hal yang ia tidak mengerti kepada seniornya. Ia mandiri, solutif, dan selalu berpikir kreatif. Becca juga merupakan Associate yang tegas dan berani mengambil keputusan-keputusan penting dengan kekuatan analisisnya. Tidak heran, jika ia kemudian cepat memahami kasus dan mampu memberikan nasihat hukum yang tepat bagi kliennya.    

 

Sejak awal kariernya, lulusan Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta ini telah fokus memberikan advis hukum untuk industri perbankan dan keuangan khususnya bank asing. Pengalamannya pun merambah ke hukum digital dan teknologi saat ia dipercaya menangani perusahaan teknologi finansial TrueMoney yang merupakan unit bisnis dari Charoen Pokphand (CP) Group. TrueMoney merupakan salah satu dari tiga besar uang elektronik yang digunakan di Thailand, setelah terlebih dahulu hadir di Myanmar dan Kamboja. Setelah itu, Becca pun dipercaya untuk terlibat aktif dan menangani berbagai perusahaan teknologi finansial serta marketplace baik di dalam negeri maupun luar negeri.

 

“Klien-klien dari perusahaan berbasis teknologi memiliki budaya kerja yang sangat cepat. Beruntung, hal ini bisa saya imbangi lewat usia yang masih muda, sehingga saya dapat menangkap tren dan keinginan klien dengan cepat dan sesuai dengan regulasi,” tutur Becca. 

 

Hingga kini, Becca sendiri telah terlibat dalam beragam transaksi. Ini meliputi (1) memberikan saran kepada perusahaan teknologi finansial yang bergerak dalam bisnis uang elektronik, pengiriman uang, dan pembayaran digital pada perjanjian kemitraan; (2) memberikan saran kepada bank BUMN dalam berinvestasi di perusahaan FinTech; (3) memberi saran kepada perusahaan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi (Peer to Peer Financing atau P2P) Indonesia tentang masalah peraturan dan kepatuhan umum, skema investasi, penyusunan perjanjian pinjaman tiga pihak, syarat dan ketentuan penggunaan, kebijakan privasi, perjanjian investasi, serta perjanjian pembelian penjualan; (4) memberi saran kepada perusahaan inovasi keuangan digital pada skema investasi asing dan domestik; serta (5) memberi saran kepada perusahaan platform kesehatan digital tentang batasan kemitraan dengan perusahaan asuransi.

 

Adapun dalam menangani beberapa transaksi, Becca percaya—kemampuan para konsultan hukum dalam beradaptasi dengan teknologi, terlebih di industri keuangan yang diawasi secara ketat oleh regulator menjadi hal yang penting. Itu sebabnya, untuk lebih memahami produk maupun perusahaan yang menjadi kliennya, Becca tak ragu untuk mengunduh aplikasi maupun platform milik perusahaan keuangan, perusahaan teknologi finansial atau marketplace. Menurutnya, di era digital ini, potensi hukum digital di Indonesia akan berkembang pesat. Jadi, para konsultan-konsultan hukum perusahaan yang bergerak di industri keuangan harus memahami regulasi yang sangat ketat.

 

Perihal kunci keberhasilannya dalam menangani klien, Becca mengatakan—ia memiliki rasa ingin belajar yang tinggi dan kemampuan menganalisis dengan cepat. “Itu juga bekal untuk masa depan saya di dunia hukum digital, khususnya teknologi finansial yang jalannya masih sangat panjang menuju kesuksesan,” katanya menutup pembicaraan. 

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dan firma hukum Kyora.

Berita Terkait