Hukumonline's NeXGen Lawyers 2020

Cucu dari Mr. Soerjadi, Aziizah Miliki Karakter Praktisi Hukum Sejak Dini

Sikap disiplin, fokus, bekerja keras, dan pengendalian emosi yang ditanamkan padanya sejak kecil membantu Aziizah dalam proses pembentukan karakter praktisi hukum lingkup nasional dan internasional.
Oleh:
CT-CAT
Bacaan 2 Menit
Aziizah Soerjadi—konsultan hukum di kantor advokat Soemadipradja & Taher (S&T). Foto: istimewa.
Aziizah Soerjadi—konsultan hukum di kantor advokat Soemadipradja & Taher (S&T). Foto: istimewa.

Tidak banyak yang tahu, kalau Aziizah Soerjadi—konsultan hukum yang berpraktik di kantor advokat Soemadipradja & Taher (S&T) adalah cucu dari Ketua Mahkamah Agung ketiga, almarhum MR. Soerjadi. Pun itu sebabnya, tidak heran jika sikap disiplin, fokus, bekerja keras, dan pengendalian emosi yang ditanamkan padanya sejak kecil, pada akhirnya membantu Aziizah dalam proses pembentukan karakter praktisi hukum lingkup nasional dan internasional.

 

Mulanya, ketika masih berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Aziizah tertarik dan tertantang untuk mengambil konsentrasi Hukum Pidana. Namun, ketika mulai berpraktik di S&T, ia menyambut peluang untuk memperdalam pengalaman dan kemahirannya menangani masalah klien korporasi, baik di bidang kegiatan usaha pertambangan internasional, perbankan dan pembiayaan, serta investasi dan perdagangan. “Selain itu, saya juga membantu menangani permasalahan klien lembaga swadaya masyarakat, terutama yang bergerak di bidang pendidikan,” kata Aziizah.

 

Meski sudah memegang izin praktik advokat, Aziizah Soerjadi mengaku lebih menekuni perannya sebagai konsultan hukum selama lebih dari 11 tahun. Kini, ia fokus pada regulatory advice, penanganan transaksi bidang perbankan dan pembiayaan, korporasi (termasuk merger dan akuisisi), serta perdagangan dan investasi.

 

Berperan sebagai advokat (handling attorney), Aziizah banyak terlibat dalam transaksi besar. Beberapa di antaranya seperti transaksi akuisisi oleh Japan Tobacco International atas perusahaan tembakau Indonesia berikut jaringan distribusinya senilai US$1 miliar, transaksi emisi obligasi internasional 2017 senilai US$625 juta di Bursa Efek Singapura (SGX) oleh PT Saka Energi Indonesia (salah satu anak perusahaan dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk), serta transaksi emisi obligasi US SEC-registered Shelf-bonds (dalam denominasi Dolar AS dan Euro) pada tahun 2018, dan terkait dengan penerbitan US SEC registered bonds standalone (dalam denominasi Dolar AS) pada tahun 2017.

 

Ia pun banyak menulis publikasi nasional dan internasional, seperti bab tentang Indonesia Banking Regulation, 2015, 2016, dan 2017 Getting  The Deal Through yang diterbitkan oleh Law Business Research, dan bab tentang Indonesia Insurance and Re-insurance, edisi kedua dan ketiga dari Country Comparative Guide yang diterbitkan oleh the Legal 500 Asia Pacific.

 

Memperoleh Kesempatan yang Sama

Aziizah memilih untuk mengembangkan kariernya di S&T sebab ia tahu, kantor hukum ini menerapkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam pelatihan dan kesempatan berprestasi, menjaga perilaku baik terhadap perempuan, dan sangat toleran terhadap kebutuhan advokat perempuan, terutama yang sudah berkeluarga. “Berdasarkan pengalaman pribadi, beberapa poin itulah yang membuat saya nyaman berkarier di sini,contohnya pada saat saya mendapat kesempatan penempatan ke kantor advokat di luar negeri dan beberapa kesempatan untuk hadir dalam beberapa pelatihan dan events internasional,” Aziizah menambahkan.

 

Rahmat S. S. Soemadipradja, Partner Pendiri S&T mengatakan, seperti kebanyakan asisten advokat yang baru bergabung, mula-mula Aziizah dilibatkan dalam berbagai kegiatan praktik dan sosial. Apalagi, menjadi cucu salah satu ‘pendekar’ MA, Aziizah terbiasa dengan logika, penelitian hukum, serta argumentasi yang baik dan meyakinkan, sehingga mudah baginya untuk cepat membantu S&T, juga mengambil alih pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.

Berita Terkait