Rabu, 29 April 2020

Selama Ramadan, Perkaya Pengetahuan Hukum Islam bersama Klinik Hukumonline

Selama sebulan ke depan, Klinik mengkurasi berbagai pertanyaan seputar zakat, infak, sedekah, wakaf, waris Islam, hingga ekonomi syariah, yang telah dikirimkan pembaca.
CT-CAT

Ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Akibat wabah COVID-19 yang merajalela, pelaksanaan berbagai ibadah khas Ramadan yang biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, terpaksa dilakukan di rumah. Tiada kegiatan ngabuburit, buka puasa bersama, dan silaturahmi yang turut menambah semarak Ramadan. Semua orang harus berkorban demi menekan laju penularan penyakit Covid-19, dengan berdiam di rumah.

 

Namun, dengan segala keterbatasan itu, tidak berarti hak masyarakat atas akses informasi juga menjadi tertutup. Informasi yang ringan dan mudah dipahami, termasuk jawaban atas berbagai permasalahan hukum yang terkesan rumit, justru semakin menjadi suatu kebutuhan. Terutama, informasi yang terkait dengan kekayaan khazanah Islam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk memenuhi kebutuhan informasi di bulan Ramadan tersebut, Klinik Hukumonline secara khusus menghadirkan sejumlah artikel tanya-jawab bernuansa islami yang kental. Selama sebulan ke depan, Klinik mengkurasi berbagai pertanyaan seputar zakat, infak, sedekah, wakaf, waris Islam, hingga ekonomi syariah, yang telah dikirimkan pembaca.

 

Guna memastikan mutu jawabannya, Klinik juga telah menggandeng dua lembaga riset hukum Islam dari dua universitas terkemuka di Indonesia. Kedua lembaga tersebut diisi oleh para pakar dan peneliti yang telah lama berkecimpung dalam studi hukum Islam. Sepak terjang dan keahliannya tak perlu diragukan lagi.

 

Lembaga pertama adalah Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKIHI FHUI). LKIHI FH UI adalah lembaga riset dan pemikiran strategis di bidang ilmu-ilmu terkait Islam dan Hukum Islam. Kegiatan yang dilakukan adalah penelitian, pelatihan, seminar dan diskusi, konsultasi, serta penerbitan buku dan Journal of Islamic Law Studies (JILS) sejak tahun 2007. Secara struktural, LKIHI bernaung di bawah Djokosoetono Research Center (DRC) FH UI.

 

Sedangkan di Yogyakarta, Klinik menggandeng Pusat Studi Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (PSHI FH UII). PSHI adalah pusat studi mandiri yang kegiatannya berfokus pada kajian khazanah pemikiran hukum Islam, aktualisasi pemikiran hukum Islam, kajian komparasi antara hukum positif dan hukum Islam, serta merespons isu-isu hukum aktual dari perspektif hukum Islam. Sebagaimana roh Universitas Islam Indonesia, kajian yang dilakukan PSHI FH UII juga berlandaskan pada paradigma Islam rahmatan lil ‘alamin.

 

Sampai sejauh ini, para mitra tersebut telah mulai menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait hukum Islam. Sebagai contoh, Heru Susetyo dari LKIHI FH UI melalui artikel Tips Memilih LAZ yang Legal dan Terpercayatelah berbagi tips mengenai cara memilih lembaga penyalur zakat yang kredibel. Salah satu acuan yang dapat digunakan masyarakat adalah rekomendasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua