Senin, 04 May 2020

Pertama Kali, PKPA Online Kelas Nasional Bersama Hukumonline

Menghimpun ratusan peserta dari wilayah bagian barat hingga timur Indonesia. Jarak tak menjadi kendala untuk mendapatkan pendidikan terbaik bersama Hukumonline.
Norman Edwin Elnizar
PKPA secara online yang diselenggarakan secara nasional oleh Hukumonline dan FH YARSI. Foto: RES

Inilah pertama kali dalam sejarah hukumonline, Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Indonesia diselenggarakan secara daring. Hukumonline bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Fakultas Hukum Universitas YARSI membuka kelas perdana, Senin (4/5).Tak tanggung-tanggung, terkumpul 100 peserta dari 17 provinsi se-Indonesia menjadi peserta angkatan ketiga PKPA ini.

 

Kami sangat bersyukur pesertanya tersebar di 17 provinsi yang tentu akan memperkaya diskusi PKPA angkatan ketiga ini,” kata Jan Ramos Pandia, Direktur Bisnis Hukumonline, di pembukaan PKPA. Wabah Covid-19 mendorong Peradi mengizinkan pelaksanaan PKPA lewat telekonferensi video.

 

(Baca juga: Cegah Risiko Penyebarluasan Covid-19, Peradi akan Gelar PKPA Online)

 

PKPA Hukumonline secara virtual ini akan berlangsung 4 Mei-11 Juni 2020. Sebanyak 25 kali pertemuan tiap Senin-Jumat sore dan Sabtu pagi dilakukan melalui platform Zoom Cloud. Animo calon peserta PKPA di tengah wabah Covid-19 rupanya lebih besar. Didukung kapasitas platform, Hukumonline bisa menampung jumlah peserta dua kali lipat dibandingkan dua angkatan sebelumnya.

 

Yusuf Shofie, perwakilan Fakultas Hukum Universitas YARSI mengapresiasi terobosan yang dilakukan Peradi dan Hukumonline. Saya tidak pernah membayangkan program ini bisa dilakukan jarak jauh di tengah pandemi. Terima kasih kepada hukumonline yang sudah membuat ini,” kata Yusuf saat membuka kelas PKPA. Jarak tidak lagi menjadi masalah.

 

Sebaran para peserta PKPA menunjukkan keterwakilan wilayah bagian barat, tengah, hingga timur Indonesia. Mulai dari Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat , Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Utara.

 

Sebelumnya Hukumonline hanya bisa menjangkau peserta sekitar Jakarta. Ini sisi positif dari pandemi yang kita hadapi,” ujar Yusuf. Sekilas, beberapa peserta PKPA ini bahkan tampak mengikuti kelas di dalam mobil yang sedang melaju. Saya lihat sekilas di layar ada yang sedang di kendaraan bahkan mengemudi saat ini. Saya salut pada semangat peserta,” Yusuf menambahkan.

 

Dosen yang juga Kepala Laboratorium Praktik Hukum di Universitas YARSI ini melihat PKPA secara online sebagai bagian dari perubahan cara praktik hukum. Selain e-court untuk gugatan perdata, mau tidak mau sidang perkara pidana pun dilakukan dengan telekonferensi.Dulu kita semua tidak membayangkan kalau perubahannya akan sejauh ini. Ini tantangan masa kini dan masa dapan,” Yusuf berpendapat.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua