Selasa, 12 May 2020

Insentif Pajak, Covid-19 dan Jasa Profesional Oleh: Januardo Sihombing*)

Berdasarkan PMK 44/2020, Jasa Profesional justru tidak masuk dalam tabel sektor usaha yang mendapatkan fasilitas insentif pajak. Sektor yang mendekati Jasa Profesional namun mendapatkan fasilitas ini adalah Sektor Kegiatan Manajemen Lainnya.

Berdasarkan kualifikasinya, jasa profesional adalah jasa yang diberikan oleh para ahli di bidangnya yang diakui oleh profesinya dan regulasi perpajakan melalui wadah badan usaha maupun secara pribadi. Profesi jenis ini antara lain Advokat, Akuntan, Konsultan Pajak, Arsitek dan profesi terkait lainnya yang dilakukan wajib pajak pribadi sehubungan pekerjaan bebas menurut Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP), baik yang melakukan kegiatan usaha kewajiban menyelenggarakan pembukuan ataupun pencatatan yakni Wajib Pajak Pribadi yang diperbolehkan melakukan perhitungan pajak dengan basis Norma Penghitungan Neto.

Evaluasi Regulasi

Apabila kita melihat seluruh lampiran PMK 44/2020, maka sektor jasa profesional tidak mendapatkan fasilitas insentif pajak berdasarkan PMK ini. Hasil survei LIPI perlu dipertimbangkan kembali oleh Kementerian Keuangan seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum diketahui kapan berakhirnya. Insentif pajak dalam PMK ini juga mengarah kepada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu (PP 23/2018).

Dasar pertimbangan PP 23/2018 adalah untuk mendorong masyarakat berperan serta dalam kegiatan ekonomi formal, dengan memberikan kemudahan dan lebih berkeadilan kepada Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu untuk jangka waktu tertentu. Apabila dilihat dari maksud pertimbangan tersebut, maka PP 23/2018 juga memiliki unsur insentif pajak dimana Wajib Pajak yang memperoleh fasilitas ini berhak atas tarif yang sangat rendah yakni Tarif Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 0,5 % (nol koma lima persen) yang dihitung dari nilai peredaran bruto yang tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak (konsep ini merujuk Asas Simplicity dalam perpajakan karena tidak menggunakan formula perhitungan pajak dari basis Laporan Rugi Laba).

Namun demikian, PP 23/2018 ini juga tidak berlaku bagi Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak badan berbentuk persekutuan komanditer atau firma yang dibentuk oleh beberapa Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki keahlian khusus menyerahkan jasa sejenis dengan jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas (Jasa Profesional).

Apabila ditilik dengan seksama uraian fakta di atas, pertanyaan kita adalah, mengapa sektor jasa profesional tidak memperoleh fasilitas insentif pajak berdasarkan PMK 44/2020? Apakah sektor ini dianggap Pemerintah pasti menguntungkan dan tidak akan tumbang walaupun diterpa pandemi Covid-19? Survei yang dirilis oleh LIPI menunjukkan bahwa sektor yang terpukul karena pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah sektor jasa profesional. Tentunya, aspek keadilan perlu direnungkan kembali sesuai dengan bobot kelayakan wajib pajak. Setiap pelaku usaha sebagai wajib pajak memiliki hak yang sama untuk memperoleh insentif pajak ini secara adil dan tidak tebang pilih. Pembatasan insentif pajak hanya berdasarkan acuan tabel klasifikasi usaha tertentu perlu dievaluasi kembali karena Covid-19 juga memiliki dampak kepada sektor-sektor usaha yang ada diluar tabel tersebut,

Namun, kita perlu mengapresi langkah taktis Pemerintah dengan pemberlakuan PMK 44/2020 walaupun sebagai produk buatan manusia, tiada aturan yang sempurna. Oleh karenanya, hukum harus selalu bergerak dinamis di masyarakat karena hukum tidak berada di ruang hampa dan harus senantiasa memberikan solusi yang responsif dan progresif.

Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan dunia usaha Indonesia secara keseluruhan kembali kepada keadaan yang normal seperti sedia kala.

*)Januardo Sihombing, S.H., M.H., M.A., adalah (Dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Ketua bidang Pendidikan Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia.








Artikel kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Hukumonline.


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua