Selasa, 12 Mei 2020

Masih Ada Multitafsir Soal Restrukturisasi Utang Bagi Debitur Terdampak Covid-19

Kriteria debitur yang boleh mengajukan keringanan dan membutuhkan masih belum dipahami luas sehingga meresahkan masyarakat.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi: HGW

Sebagai bentuk relaksasi sekaligus menjaga stabilitas jasa keuangan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan restrukturisasi utang atau kredit pada sektor jasa keuangan seperti perbankan dan perusahaan pembiayaan.

 

Setidaknya terdapat dua aturan mengenai restrukturisasi utang tersebut yang tercantum dalam Peraturan OJK (POJK) No.11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 dan POJK 14/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 Bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.

 

Koordinator Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal Edy Halim, menyatakan pihaknya telah menerima berbagai pengaduan sehubungan restrukturisasi utang pada perusahaan pembiayaan. Dari pengaduan tersebut terdapat berbagai kasus aduan seperti penolakan terhadap konsumen dan utang yang tidak bisa direstrukturisasi. 

 

“Ada banyak pengaduan terkait relaksasi. Misalnya ada yang datang tiga kali tapi ditolak oleh lembaga jasa keuangan non-bank tersebut. Lalu, penundaan cicilan tidak bisa di-simplfy ke restrukturisasi,” jelas Rizal, dalam sebuah diskusi daring, Selasa (12/5).

 

Rizal mengatakan masih terdapat multitafsir di masyarakat bahwa program restrukturisasi ini menunda selama setahun seluruh pembayaran cicilan seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Nyatanya, tidak semua debitur atau nasabah yang mendapatkan restrukturisasi tersebut. Terdapat kriteria nasabah dan mekanisme pembayaran utang tersebut. (Baca: OJK Berharap Stimulus Jasa Keuangan Tak Timbulkan Moral Hazard)

 

“Tapi harus dipahami pernyataan sederhana disampaikan Presiden diproses kognisi masing-masing individual di akaran rumput ini jadi persoalan,” jelasnya.

 

Dia mendukung program restrukturisasi utang tersebut karena dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dan memberi kelonggaran bagi konsumen membayar angsuran, khususnya pada perusahaan jasa keuangan non-bank. Di sisi lain, berdasarkan analisisnya program ini memiliki kelemahan karena bunga utang yang dikenakan bisa saja lebih tinggi dari sebelumnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua