Selasa, 19 May 2020

Nestapa di Pemakaman

Menjadi garda terdepan mengurus pemakaman korban Covid-19. Para petugas pemakaman melawan ketakutan terjangkit Covid-19 demi memuliakan jenazah korban.
Resa Esnir
Foto: RES

Per tanggal 19 Mei pukul 10 pagi, jumlah masyarakat Indonesia yang positif terkena Corona Virus Disease (Covid-19) mencapai 18010 orang. Dari angka tersebut sekitar 6,6% atau 1191 korban meninggal dunia.

Tentu, korban meninggal akibat pandemi ini harus dimakamkan sesuai dengan Standar Operasional  Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah. Sejak pertengahan Maret hingga sekarang, petugas makam tak henti menggali lubang jenazah korban Covid-19.

Ambulan yang datang ke pemakaman, silih berganti membawa jenazah. Sebanyak empat petugas makam berpakaian hazmat bersiap mengangkat peti begitu ambulan mendekat. Keempat petugas itu bertugas untuk mengangkat dan menurunkan peti ke tempat peristirahatan terakhir.

Peti yang dibalut dengan plastik tersebut pun dibawa ke makam yang sudah diberi tanda oleh para petugas. Dengan perlahan para petugas menurunkan peti ke liang lahat menggunakan tali tambang.

Usai diturunkan, petugas lain telah bersiap untuk menutup liang lahat dengan tanah. Dengan cekatan, para petugas makam hampir tiap hari menggali, menurunkan peti berbalut plastik dan menutup liang lahat untuk memakamkan jenazah korban Covid-19.

Petugas harus memakai perlengkapan APD untuk membawa dan memakamkan jenazah dengan protap Covid-19. Kemudian juga butuh keahlian khusus dalam menjalankan tugas pemulasaraan jenazah Covid-19 agar tidak tertular.

Suasana pemakaman bagi jenazah korban Covid-19 ini sangat kontras dengan pemakaman sebelum pandemi ini mewabah di Indonesia. Biasanya, saat pemakaman, puluhan bahkan ratusan handai taulan turut mengiringi jenazah ke peristirahatan terakhir. Namun bagi jenazah korban Covid-19, diiringi oleh petugas makam dan beberapa anggota keluarga saja.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua