Senin, 25 May 2020

Wakaf: Instrumen Kesejahteraan Sosial yang Tidak Memandang Agama

Dukungan negara untuk untuk optimalisasi wakaf bagi kepentingan nasional masih rendah.
Normand Edwin Elnizar
Kantor Badan Wakaf Indonesia. Foto: RES

Iwan Agustiawan Fuad, Anggota Divisi Kerja Sama, Penelitian dan Pengembangan Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebutkan bahwa potensi nilai wakaf di Indonesia sangat besar. “Potensi wakaf uang umat Islam Indonesia mencapai 77 triliun rupiah per tahun berdasarkan hitungan Bank Indonesia,” katanya kepada hukumonline.

Hanya saja, 16 tahun eksistensi UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf (UU Wakaf) belum optimal memberdayakan wakaf bagi kepentingan nasional. Wakaf masih dipandang sebatas ritual keagamaan umat Islam bernuansa sosial. Padahal, negara sekular seperti Singapura justru serius menghimpun dana wakaf dari warga negara mereka yang beragama Islam. Hasilnya digunakan untuk kesejahteraan sosial masyarakat Singapura. Pemerintahnya langsung bekerja sama dengan lembaga ulama di Singapura. “Secara hukum, mereka bahkan mengatur setiap warga negara muslim wajib dipotong wakafnya,” Iwan menambahkan.

Pemahaman wakaf yang produktif belum menjadi arus utama di kalangan umat Islam Indonesia. Wakaf dikenal hanya dalam wujud pembangunan tempat ibadah (mushola, masjid), lembaga pendidikan (madrasah/sekolah/pesantren), dan lahan makam. Itu pula yang menjadi perhatian BWI, termasuk Iwan Agustiawan Fuad.

Pria kelahiran 10 Agustus ini percaya bahwa potensi wakaf di Indonesia sangat besar, nilainya bisa triliunan rupiah per tahun. Pada 18 April lalu, Iwan jadi pembicara dalam diskusi daring mengenai peran lembaga zakat dan wakaf dalam menopang perekonomian ummat di tengah pandemi Covid-19. Diskusi ini digelar Lembaga Kajian Islam dan Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Berikut ini hasil perbincangan hukumonline  mengenai wakaf bersama lulusan ekonomi keuangan syariah pascasarjana Universitas Indonesia itu. (Baca juga: Optimalisasi Zakat dan Wakaf di Tengah Wabah Covid-19)

Sebesar apa potensi nilai wakaf di Indonesia?

Pelaksanaan wakaf di Indonesia sudah berkembang sejak lahirnya UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf (UU Wakaf). Dulu hanya dikenal wakaf dalam bentuk 3 M: mushola, madrasah, makam. Saat ini sudah ada perubahan instrumen mulai dari uang hingga saham. Dikenal wakaf benda bergerak dan benda tidak bergerak. Kedua jenis ini potensinya luar biasa.

Data lama di Sistem Informasi Wakaf Kementerian Agama, untuk benda tidak bergerak berupa tanah saja sudah mencapai 4,2 miliar meter persegi. Kalau dikonversi dalam nominal rupiah per meter persegi saja bisa mencapai ribuan triliun dalam bentuk aset tanah. Belum termasuk bangunan di atasnya. Baru nilai tanah saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua