Selasa, 02 June 2020

Ketua KPK: Korupsi Khianati Nilai Pancasila

Bagi KPK, Pancasila perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi yang seyogyanya menjadi perhatian serius semua pihak karena korupsi jelas sangat menyalahi prinsip-prinsip dasar Pancasila. Presiden pun meminta nilai-nilai luhur Pancasila yang digali dari budaya bangsa harus dihadirkan secara nyata dalam kehidupan.
Agus Sahbani
Foto: RES

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan jika seseorang berani melakukan korupsi sama saja mengkhianati nilai-nilai dari setiap butir yang ada di dalam Pancasila. “Ingat, berani korupsi sama saja berani mengkhianati nilai-nilai dari setiap butir yang ada di dalam Pancasila," ujar Firli melalui keterangannya di Jakarta, Senin (1/6/2020) dalam memperingati Hari Lahir Pancasila ke-75 pada 1 Juni 2020.

Ia mengatakan pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki esensi agar kita takut, terhindar dari niat, dan godaan untuk berperilaku koruptif. "Karena yakin setiap derap langkah, perilaku, dan perbuatan kita di dunia fana ini diketahui oleh-Nya," ujar Firli mengingatkan.

Firli melanjutkan mampu menjaga pribadi untuk tidak berperilaku koruptif karena takut akan dosa menjadikan kita manusia yang adil dan beradab sesuai sila kedua Pancasila. "Semangat dan implementasi esensi sila pertama dan kedua dapat menjadi tujuan sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam sama-sama bersatu mengentaskan budaya korupsi yang telah berakar urat di negeri ini," kata dia.

Kemudian, perang melawan laten korupsi tersebut harus dipimpin dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan, sebagaimana esensi dari sila keempat Pancasila. Sirnanya korupsi di Indonesia, kata dia, tentunya menjadi harapan, impian, dan cita-cita bersama demi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang termaktub dalam sila kelima Pancasila.

"Sekali lagi, makna, esensi, dan nilai-nilai dari lima butir Pancasila yang menjadi satu kesatuan utuh dan saling mengikat serta memiliki makna yang seharusnya menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara," pesannya. (Baca Juga: Peneliti Sejarah Konstitusi UI Sebut 1 Juni Bukan Lahir Pancasila)

Baru-baru ini, kata dia, KPK juga telah membangun kerja sama dengan beberapa lembaga tinggi negara, salah satunya dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR RI) untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurut dia, hari lahir Pancasila perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi yang seyogyanya menjadi perhatian serius semua pihak karena korupsi jelas sangat menyalahi prinsip-prinsip dasar Pancasila. "Hanya dengan mengamalkan sila-sila dari Pancasila, hunusan bilah pedang antikorupsi mampu melesak cepat, tertuju menusuk, dan mematikan detak jantung laten korupsi," ujar dia.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua