Selasa, 02 Juni 2020

Hal-hal Penting yang Perlu Disiapkan dalam Kesepakatan Kontrak Virtual

Persiapan seperti dokumen tertulis, perekaman setiap pertemuan virtual hingga notulen rapat tetap dibutuhkan meskipun kesepakatan kontrak secara virtual.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi pembuatan kontrak. BAS

Pertemuan virtual atau online meeting penggunaannya semakin meningkat saat masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). Berbagai aktivitas bisnis seperti rapat perusahaan hingga kesepakatan kontrak bisnis juga dapat dilakukan melalui aplikasi pertemuan virtual tersebut. Sebut saja aplikasi pertemuan virtual yang umum digunakan masyarakat seperti Zoom, Google Meet, Skype, Slack hingga Whatsapp.

Memang pertemuan virtual tersebut dapat memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi. Namun, harus disadari juga bahwa efektivitas komunikasi tersebut juga terbatas dibandingkan pertemuan secara langsung. Sehingga, risiko kesalahpahaman para pihak besar terjadi saat berkomunikasi melalui pertemuan virtual tersebut.

Tentunya pertemuan virtual tersebut berisiko tinggi saat membahas permasalahan penting yang menimbulkan perbuatan hukum seperti kontrak bisnis. Sebab, para pihak yang berkontrak tersebut harus mengetahui secara detil dan jelas mengenai kewajiban dan haknya dalam kontrak tersebut. Apabila tidak dipahami para pihak maka risiko pelanggaran kontrak tersebut dapat terjadi sehingga menimbulkan sengketa.

Atas hal tersebut, penting bagi para pihak untuk mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan saat melangsungkan kesepakatan kontrak secara virtual. Salah satu hal paling penting yang harus dipersiapkan yaitu dokumen tertulis. Dokumen tersebut dibutuhkan saat, sebelum hingga sesudah kesepakatan kontrak untuk dipelajari terlebih dahulu dan menjadi bukti dalam kesepakatan.

Advokat dari JPP Lawfirm dan praktisi hukum perdata, James Purba, menerangkan meski terdapat kemudahan dalam kesepakatan kontrak virtual, terdapat juga berbagai kendala seperti keterbatasan komunikasi hingga gangguan teknis sinyal. Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan perbedaan pemahaman isi kontrak para pihak.

Sehingga, dia menjelaskan para pihak harus mempersiapkan dokumen prakontrak yang dapat dikirimkan melalui surel. Dokumen prakontrak tersebut sangat dibutuhkan sehingga para pihak dapat mempelajari terlebih dahulu isi-isi perjanjian yang ingin disepakati. Selain itu, dokumen prakontrak juga dibutuhkan agar pertemuan virtual tersebut dapat berlangsung efektif.

“Tentu kesepakatan di antara mereka (para pihak) untuk dealing sesuatu ada draft prakontrak dituangkan tertulis yang dapat dikirim melalui email. Nanti, untuk membahasnya mereka bertemu secara virtual. Jadi setiap perubahan, penambahan dan pengurangan dari kesepakatan kontrak itu baru dibicarakan secara online,” jelas James saat dihubungi hukumonline, Selasa (2/6).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua