Rabu, 03 Juni 2020

Melihat Tantangan Advokat di Era Digital

Kekurangan buku ini belum mencantumkan profil advokat atau kantor hukum mana saja yang sejak awal berdiri mengadopsi teknologi informasi sebagai contoh dan tidak menggali bagaimana etika digital dalam etika profesi advokat.
Rofiq Hidayat
Webinar Launching Buku berjudul 'Pengacara Cyber: Profesi Hukum Kaum Milenial' di Jakarta, Selasa (2/6). Foto: RFQ

Di era digital profesi apapun harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi termasuk profesi advokat. Seiring pesatnya kemajuan teknologi di era digital ini menuntut profesi advokat/pengacara dari organisasi advokat manapun mengembangkan kemampuan diri terhadap perkembangan teknologi atau lazim disebut cyber lawyer. Lantas apa tantangan bagi pengacara siber di era semakin pesatnya teknologi digital?

Dalam rangka memperingati hari jadi Kongres Advokat Indonesia (KAI) ke-12, Dosen Fakultas Hukum Universitas Sahid Jakarta St. Laksanto Utomo meluncurkan sebuah buku berjudul Pengacara Cyber: Profesi Hukum Kaum Milenial. Buku setebal 181 halaman ini intinya sebagai panduan bagi advokat sebagai praktisi hukum di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di era digital.

Melalui berbagai aplikasi teknologi informasi membuat berbagai hal dalam kehidupan menjadi mudah, murah, efisien, dan efektif. Misalnya, komunikasi digital atau virtual tak mengharuskan kehadiran fisik menjadi pola baru, apalagi di tengah pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. Penulis berharap melalui bukunya ini dapat mengubah cara pandang advokat konvensional terutama dalam memberi bantuan hukum bagi pencari keadilan.

“Buku ini hadir ketika muncul kesadaran masyarakat atas pesatnya kemajuan teknologi informasi, sehingga mengubah berbagai bidang kehidupan termasuk bidang hukum,” ujar Laksanto dalam sebuah Webinar Launching buku tersebut, Selasa (2/6/2020). (Baca Juga: Usia ke-12, Ini Dia Fokus Kongres Advokat Indonesia)

Buku berisi 9 bab ini menggambarkan sejumlah perubahan kompleks akibat pesatnya teknologi informasi yang berpengaruh dalam praktik hukum sekaligus tantangan bagi profesi advokat/pengacara terutama kaum milenial. Bab I, memperkenalkan profesi advokat. Bab II, perlunya seorang advokat menjadi pebisnis yang efektif serta mampu berinteraksi dengan klien dan kolega secara baik.

Bab III, membahas advokat Indonesia dalam masa pancaroba yang ditandai adanya perubahan yang dipicu oleh tiga hal yakni reformasi hukum dalam pembentukan negara hukum; liberalisasi pelayanan hukum; serta teknologi informasi (TI) dengan munculnya penggabungan antara teknologi komputer dan komunikasi yang menggulingkan tirani jarak dan waktu.

Bab IV, membahas perubahan yang disebabkan oleh munculnya teknologi informasi yang memaksa advokat, mau tak mau menyesuaikan dengan dinamika hukum dan teknologi yang sedang berproses secara masif. Bab V, mengurai aplikasi teknologi informasi serta menggambarkan dampak kemajuan teknologi dalam berbagai hal kehidupan yang semakin mudah, murah, dan efektif.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua