Sabtu, 13 Juni 2020

MA Bakal Terbitkan Perma Sidang Pidana Online

Diharapkan dalam satu bulan ke depan, draf Perma tentang Administrasi Persidangan Perkara Pidana Secara Elektronik ini selesai. Namun, LBH Jakarta menolak kehadiran Perma Sidang Pidana Secara Elektronik ini karena praktiknya bakal merugikan terdakwa.
Aida Mardatillah
Gedung MA. Foto: RES

Di tengah kritikan sejumlah elemen masyarakat atas praktik persidangan perkara pidana secara daring selama masa pandemi Covid-19, Ketua Mahkamah Agung (MA) telah membentuk Tim Kelompok Kerja (Pokja) untuk merancang dan menyusun hal-hal yang berkaitan dengan aplikasi persidangan secara daring yang dituangkan dalam bentuk Peraturan MA (Perma) tentang Administrasi Persidangan Perkara Pidana Secara Elektronik.   

“MA saat ini sedang membuat Perma sidang perkara pidana online dan akan segera dirampungkan,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah kepada Hukumonline, Kamis (11/6/2020). (Baca Juga: Problematika Sidang Pidana Daring Saat Pandemi)

Dia menerangkan saat ini Pokja tentang administrasi persidangan secara elektronik sedang merampungkan draf permanya. Diharapkan dalam satu bulan ke depan, draf Perma tentang Administrasi Persidangan Perkara Pidana Secara Elektronik ini selesai karena sudah mendapat masukan dari pihak internal dan eksternal untuk penyempurnaan draf Permanya.

“Tetapi selama masih ada masukan untuk draf Perma bisa disempurnakan. Setelah itu, akan dibangun sistem aplikasi pidana online yang berbeda dengan aplikasi persidangan elektronik perkara perdata, perdata agama, dan TUN,” kata Abdullah.

Abdullah menegaskan aplikasi pidana online ini dirancang terpisah dengan aplikasi e-litigasi, tetapi tetap menggunakan aplikasi e-court untuk data para pihak (advokat, red). Nantinya, MA tidak bisa sendirian untuk bisa mengimplementasikan sidang perkara pidana online ini, tapi harus didukung kelengkapan perangkat dari pihak eksternal yakni Kejaksaan, Kepolisian, Kemenkumham, dan Lembaga Permasyarakatan.

“Nantinya Perma ini membahasakan yang biasanya sidang pidana secara manual menjadi sidang pidana secara elektronik sesuai hukum acara pidana,” terangnya.

MA menyadari selama ini saat persidangan digelar secara online terdapat beberapa kendala, seperti signal internet, pihak lain masih belum mempunyai fasilitas elektronik, sidang masih menggunakan laptop masing-masing. Akibatnta, sidang yang kelihatan badannya saja, lingkungan sekitarnya tidak bisa dilihat, sehingga objektivitasnya dipertanyakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua