Senin, 15 Juni 2020

Tuntut Minimal Penyerang Novel, Jaksa Dinilai Abaikan Kebenaran Materiil

Kerja-kerja Jaksa (dalam kasus ini) harusnya extra effort law enforcement.
Moch. Dani Pratama Huzaini
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Foto: RES

Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menuntut ringan dua pelaku penyiraman terhadap Novel. Kedua pelaku, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut masing-masing satu tahun penjara dipotong masa tahanan. 

Direktur Legal Culture Institute (LeCI) Rizqi Azmi menilai pilihan Pasal 353 ayat (2) tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat; pasal 55  ayat (1) tentang turut serta pelaku; serta penuntut umum yang hanya membuktikan dakwaan subsider tidaklah tepat.

Dengan menggunakan pasal-pasal tersebut, Rizqi menilai penuntut umum dalam kasus ini terkesan tidak menggali kebenaran materil yang seharusnya di perjuangkan oleh seorang jaksa. Mengingat korban dalam kasus ini adalah seorang penyidik KPK, seharusnya jaksa melakukan upaya lebih serius. 

“Korbannya adalah orang yang luar biasa karena tugasnya sebagai penyidik KPK. Pemberantas korupsi yang merupakan extra ordinary Crime. Kerja-kerja Jaksa (dalam kasus ini) harusnya extra effort law enforcement,” ujar Rizqi kepada hukumonline, Jumat (12/6).

Karena itu, Rizqi berpendapat jaksa seharusnya bisa menggunakan pasal ampuh seperti pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sesuai dengan actus reus (kejadian sebenarnya) dan mens rea dengan adanya pengakuan kesengajaan oleh pelaku. Dengan menggunakan pasal ini, ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup menanti kedua pelaku penyiraman. 

Rizqi mengingatkan, pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 221 ayat 1 dan 2 KUHP mengatur ketentuan tindakan menghalangi penyidikan dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda 600 juta. Rizqi menilai, saat terjadi penyiraman terhadap Novel, dirinya tengah menangani sejumlah kasus seperti rapor merah kepolisian, korupsi E-KTP, dan sebagainya. 

Untuk itu, kata Rizqi, seharusnya jaksa bisa mengejar delik pemidanaan sesuai actus reus (kejahatan yang dilakukan) dan mens rea (sikap batin pelaku). Menurut Rizqi, actus reus dalam kasus ini tidak boleh dialihkan dengan dalil ketidaksengajaan. Rizqi menyebutkan actus reus dan mens rea pelaku memenuhi unsur kesengajaan sehingga bisa digunakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua