Sabtu, 20 Juni 2020

Bila Ragu, Majelis Boleh Vonis Bebas Penyerang Novel

Dalam tujuan hukum antara kepastian hukum dan keadilan seringkali berbenturan. Satu sisi, penegak hukum merasa telah sesuai dengan prosedur dan sistem hukum yang diterapkan dalam menangani perkara. Di sisi lain, keadilan belum terwujud. Untuk itu, Majelis Hakim dalam memutus perkara Novel harus cermat dan jeli dengan memberi pertimbangan hukum yang cukup. “Majelis menjatuhkan putusan sesuai dengan alat bukti dan keyakinannya. Kemudian bagaimana rasa keadilan itu terjewantahkan dalam proses hukum kasus ini!”

Menurutnya, tuntutan jaksa masih jauh dari rasa keadilan berdasarkan hukum pidana. Hal ini disebabkan jaksa dinilai kurang menggali secara teliti motif dan niat pelaku melakukan kejahatan terhadap Novel ini. “Karenanya, niat dan unsur kejahatan (mens rea, red) belum bisa dibuktikan dalam persidangan ini,” katanya.

Pertaruhan kepercayaan publik

Sementara Direktur Legal Culture Institute (Leci) Rizqi Azmi berpandangan, putusan Majelis Hakim dalam kasus Novel bakal menjadi pertaruhan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Leci, kata Rizqi, telah mensurvei tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Menariknya, kepercayaan publik relatif terjaga.

Survei yang dilakukan sejak 12 hingga 16 Juni, kepercayaan publik di angka 55. Sementara ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga pengadilan di angka 22. Sementara yang menjawab tak tahu terbilang sedikit. Nah, dalam kasus Novel, bila Majelis Hakim memvonis Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dengan mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat, bukan tidak mungkin tingkat kepercayaan publik bakal naik.

Sebaliknya, bila vonis dinilai publik mengabaikan rasa keadilan, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan bakal merosot. Kini, "bola panas" berada di tangan Majelis Hakim untuk memberikan putusan yang berkeadilan. “Jadi antara keadilan dan kepastian hukum seringkali terjadi ketimpangan yang tajam,” katanya.

Sebelumnya, setelah pembacaan tuntutan pada 11 Juni 2020, Novel Baswedan melalui akun twitternya, @nazaqistsha, pada 15 Juni 2020 lalu, mengusulkan pembebasan Mahulette dan Bugis. Novel Baswedan menuliskan "Saya juga tidak yakin kedua orang itu pelakunya. Ketika saya tanya penyidik dan jaksanya mereka tidak ada yang bisa menjelaskan kaitan pelaku dengan bukti. Ketika saya tanya saksi-saksi yang melihat pelaku dibilang bukan itu pelakunya. Apalagi dalangnya? Sudah dibebaskan saja daripada mengada-ngada!"

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua