Kamis, 25 June 2020

Tiga Masalah Ini Kerap Dihadapi Pengguna OSS, Begini Solusinya

Biasanya terkait data legalitas perusahaan seperti NIK, NPWP, dan anggaran dasar perusahaan. Meski kerap menemui kendala, perbaikan sistem OSS terus dilakukan dengan diluncurkan versi terbaru OSS 1.1.
Ady Thea DA
Direktur Eksekutif Easybiz, Leo Faraytody. Foto: RES

Pemerintah terus berupaya mendorong investasi dengan berbagai cara, salah satunya meluncurkan sistem online single submission (OSS) pada 2018 yang tujuannya untuk kemudahan proses perizinan berusaha. Melalui OSS ini, pengajuan dan pemrosesan izin usaha dilakukan secara online.

CEO Easybiz Leo Faray Tody memaparkan sebelum OSS diluncurkan proses perizinan tergolong sulit dilakukan karena mekanismenya harus dilakukan secara manual. Misalnya, mengisi formulir di berbagai instansi terkait dan banyak dokumen yang harus disiapkan. Selain itu prosesnya juga panjang.

Menurut Leo, pemerintah menyadari persoalan ini dan dalam waktu yang cepat meluncurkan OSS tahun 2018. Salah satu persoalan yang muncul pada awal pelaksanaan OSS yakni bagaimana mengintegrasikan data yang ada di berbagai kementerian dan lembaga baik pusat dan daerah dengan sistem OSS.

Sistem ini seolah seperti jembatan yang mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga. Kendati menghadapi banyak persoalan, tapi pembenahan terus dilakukan dan saat ini telah diluncurkan versi terbaru OSS 1.1. Sejumlah data yang terintegrasi dengan OSS, antara lain NIK yang dikelola dukcapil, AHU, dan PTSP daerah.

Karena itu, Leo berpendapat sistem OSS cukup berhasil mengintegrasikan data dari kementerian dan lembaga. Tentu saja ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan perizinan dan pendirian perusahaan.

“Apalagi dalam situasi seperti sekarang, jika tidak ada OSS akan banyak perizinan terhambat karena dokumen harus diantar. Tapi melalui OSS integrasi data sudah berjalan baik,” kata dia dalam seminar secara daring bertema “Kupas Tuntas OSS 1.1”, Kamis (25/6/2020). (Baca Juga: Pelaksanaan OSS Masih Terkendala Sosialisasi)

Leo menerangkan belum semua perizinan dapat dilakukan lewat OSS, karena ada perizinan tertentu yang membutuhkan interaksi langsung dengan lembaga terkait seperti bidang keuangan dan ESDM (energi dan sumber daya mineral). Tapi melalui OSS dalam satu kali proses dapat langsung mengajukan berbagai jenis perizinan. Sistem OSS akan mendistribusikan permohonan perizinan itu ke instansi terkait misalnya PTSP di daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua