Jumat, 26 June 2020

#Sengaja dan #GaSengaja, Apa Bedanya?

Selain ketidaksengajaan atau kelalaian (culpa), ilmu hukum pidana juga sudah punya penjelasan mengenai kesengajaan (opzet), yang terbagi menjadi tiga jenis.
CT-CAT

Dari Aceh hingga Papua, semua orang terlibat dalam percakapan tentang makna #GaSengaja. Video pelawak Bintang Emon dan konten lain terkait ini viral, bahkan berujung pada perang hashtag dan ancaman.



Sebenarnya, selain ketidaksengajaan atau kelalaian (culpa),ilmu hukum pidana juga sudah punya penjelasan mengenai kesengajaan (opzet), yang terbagi menjadi tiga jenis. Temukan ‘pencerahannya’ dalam Melek Hukum kali ini!

 

Jika ada pertanyaan, silakan kirim ke http://www.hukumonline.com/klinik, tapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawaban dulu, ya!

 

1. Kesengajaan (Opzet)

Selengkapnya: Perbedaan ‘Sengaja’ dan ‘Tidak Sengaja’ dalam Hukum Pidana - bit.ly/SengajaGaSengaja

 

2. Kesengajaan dengan Tujuan

Selengkapnya: Perbedaan ‘Sengaja’ dan ‘Tidak Sengaja’ dalam Hukum Pidana -  bit.ly/SengajaGaSengaja

 

3. Kesengajaan secara Keinsafan Kepastian

Selengkapnya: Perbedaan ‘Sengaja’ dan ‘Tidak Sengaja’ dalam Hukum Pidana – bit.ly/SengajaGaSengaja

 

4. Kesengajaan secara Keinsafan Kemungkinan

Selengkapnya: Perbedaan ‘Sengaja’ dan ‘Tidak Sengaja’ dalam Hukum Pidana – bit.ly/SengajaGaSengaja

 

5. Ketidaksengajaan atau Kelalaian (Culpa)

Selengkapnya: Perbedaan ‘Sengaja’ dan ‘Tidak Sengaja’ dalam Hukum Pidana - bit.ly/SengajaGaSengaja

 

Putusan:


  1. Putusan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Nomor 593/Pid.B/2014/PN.TBT (“Putusan PN Tebing Tinggi”) - bit.ly/PutusanPNTebingTinggi;

  2. Putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor 158/Pid.B/2014/PN.Grt (“Putusan PN Garut”) - bit.ly/PutusanPNGarut; dan

  3. Putusan Pengadilan Negeri Kayuagung Nomor 251/Pid.Sus/2018/PN Kag (“Putusan PN Kayuagung”) - bit.ly/PutusanPNKayuagung.

 

Referensi:




    1. Andi Hamzah. Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2017;

    2. Wirjono Prodjodikoro. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia. Bandung: Refika Aditama, 2003.



Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua