Kamis, 09 Juli 2020

Dua Pasal Konstitusi Ini Harus Jadi Pedoman dalam Pembangunan Ekonomi

Pasal 33


  1. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

  2. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Harus diubah

Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Prof Emil Salim berpendapat pandemi Covid-19 mengubah pola pembangunan ke depan. Karena itu, cara berpikir ekonomi pada masa sebelum Covid-19 harus diubah total. Misalnya, jumlah usia muda sangat besar, tapi akibat Covid-19 kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan secara tatap muka, tapi melalui daring.

Pemerintah dinilai belum menyentuh persoalan ini, padahal penting untuk membangun infrastruktur yang mendukung kebutuhan usia muda pada masa pandemi, seperti membangun infrastruktur listrik, telekomunikasi, dan air bersih yang merata di seluruh Indonesia. “Kalau bonus demografi kita tidak terdidik, maka kita hilang kesempatan untuk lepas landas tahun 2045,” ujar Emil.

Ketua Dewan Pimpinan KEHATI, Ismid Hadad, mengatakan setelah perang dunia kedua II pembangunan itu diartikan hanya untuk ekonomi. Puncaknya tahun 1961, PBB menetapkan periode itu sebagai dasawarsa pembangunan. Kemudian banyak negara maju yang mengucurkan dana guna membantu negara miskin dan berkembang untuk membangun ekonominya. Dengan harapan ketika sudah berkembang, negara tersebut bisa menjadi mitra dagang negara maju.

Pembangunan ekonomi digunakan seolah sebagai “obat mujarab” untuk mengatasi kemiskinan di negara yang sedang berkembang. Ukuran yang digunakan untuk melihat perkembangan ekonomi sebuah negara yakni GNP/GDP atau pertumbuhan ekonomi. Akibatnya pertumbuhan di sektor lain dianggap tidak penting. Kemudian SDA hanya dilihat sebagai bahan baku produksi yang bisa dieksploitasi.

“Lingkungan hidup dianggap bukan kebutuhan mendesak. Akibatnya hampir semua kebijakan pemerintah menempatkan lingkungan bukan sebagai prioritas pembangunan,” keluhnya.

Menurut Ismid, yang paling penting dilakukan yaitu mensinergikan pembangunan ekonomi dengan aspek lain seperti lingkungan hidup, sosial, dan demokrasi. Arah pembangunan global sebagaimana SDGs dan MDGs yakni pembangunan berkelanjutan. “Pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup sama pentingnya."

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua