Sabtu, 11 Juli 2020

Mengurai Peran Advokat dalam Penghormatan HAM oleh Korporasi

Sebagai salah satu penegak hukum, advokat sudah seharusnya memberi peran dalam mendorong penghormatan dan penegakan hak asasi manusia (HAM).
CT-CAT
DPC Peradi Jakpus bekerja sama dengan ELSAM dan ICJR Learning Hub telah mengadakan webinar bertajuk

Jumat lalu (10/7), Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Jakarta Pusat (DPC Peradi Jakpus) bekerja sama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Learning Hub telah mengadakan webinar bertajuk ‘Peran Advokat dalam Mendorong Penghormatan HAM oleh Korporasi’. Seminar daring yang diikuti oleh lebih dari 50 peserta ini menghadirkan empat narasumber utama, yakni Direktur ELSAM, Wahyu Wagiman; Asia Regional Manager Business & Human Rights Resource Centre (BHRRC), Betty Yolanda; Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Iman Prihandono, Ph. D.; dan Dewan Penasihat DPC Peradi Jakpus, Tabrani Abby.

 

Dalam sambutannya, Berlian Simbolon selaku perwakilan dari DPC Peradi Jakpus mengatakan bahwa, sebagai salah satu penegak hukum, advokat sudah seharusnya memberi peran dalam mendorong penghormatan dan penegakan hak asasi manusia (HAM). “Itu sebabnya kami bekerja sama dengan ELSAM dan ICJR Learning Hub menyelenggarakan webinar ini,” katanya.

 

Adapun webinar dimulai dengan pemaparan Wahyu Wagiman dengan judul ‘Konsep dan Perkembangan Bisnis dan Hak Asasi Manusia’. Dalam sesi ini, Wahyu menyampaikan, korporasi dapat menjadi penyebab, berkontribusi, atau bahkan tidak menyebabkan, tetapi aktivitasnya kemudian berhubungan dengan pelanggaran HAM. Itu sebabnya, korporasi harus mempertimbangkan beberapa kebijakan yang berkaitan dengan penghormatan HAM, salah satunya—berpijak pada tiga pendekatan John Ruggie meliputi: perlindungan, penghormatan, dan pemulihan. Selain itu, negara wajib pula melindungi dan menyediakan akses pemulihan bagi individu yang terdampak pelanggaran HAM melalui mekanisme yudisial maupun nonyudisial—hal yang sebenarnya sudah ada di masa kini melalui beragam inisiatif regulasi, tindakan, dan kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

 

Pemaparan kedua dilanjutkan oleh Betty Yolanda dengan judul ‘Respons Komunitas Bisnis terhadap Penghormatan Hak Asasi Manusia’. Mulanya, Betty menyoroti perbedaan antara isu HAM yang ada di corporate social responsibilty (CSR) dengan dunia bisnis. Meski CSR pada saat ini sudah mulai mengintegrasikan isu tentang penghormatan HAM, keduanya tetap berbeda. Pendekatan bisnis lebih menekankan pada komitmen perusahaan dan negara, khususnya di tahap pemulihan atas pelanggaran HAM. Hal baru lain yang penting untuk digarisbawahi, yakni tanggung jawab investor terhadap pelanggaran HAM. Temuan inilah yang selanjutnya dapat dimanfaatkan advokat untuk lebih memahami jenis dan perkembangan kasus pelanggaran HAM oleh korporasi, serta sudah sejauh apa sebuah perusahaan memenuhi prinsip-prinsip penghormatan HAM.

 

Sementara itu, Iman Prihandono melalui uraian berjudul ‘Bisnis dan HAM: Mengapa Peran Advokat Penting’, menjelaskan secara detail enam peran advokat terhadap upaya penghormatan HAM oleh korporasi. Enam di antaranya yakni, (1) melakukan manajemen risiko; (2) memastikan sustainability perusahaan yang tidak hanya bergantung pada profit, melainkan juga kelangsungan lingkungan dan masyarakat; (3) memberikan nasihat tentang perubahan hukum seperti standar-standar advokasi terbaru; (4) memastikan perusahaan mematuhi hukum terkait perlindungan HAM; (5) mencegah pelanggaran HAM; dan (5) memberikan saran dan jasa untuk kepentingan terbaik korporasi sebagai klien serta menegakkan supremasi hukum.

 

Sebagai pembicara terakhir, Tabrani Abby lantas berbicara tentang ‘Advokat berperan Memfasilitasi Korporasi untuk Menghormati HAM’. Beberapa hal yang dapat dilakukan advokat, seperti mendorong penerapan prinsip panduan PBB (UNGPs) dalam kegiatan profesi; merealisasikan panduan praktis IBA; mengoptimalkan peran dan menjalankan panduan untuk organisasi advokat;  melakukan uji tuntas; hingga mendorong ketersediaan akses dalam korporasi dan melaksanakan mekanisme pengaduan dan pemulihan korban.

 

Setelah masing-masing narasumber menjelaskan materinya, webinar berlanjut pada sesi tanya-jawab.

 








Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dengan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Jakarta Pusat (DPC Peradi Jakpus).


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua