Selasa, 14 July 2020

Terima Kasih, Hukumonline! Oleh: Simon Butt*)

Jadi seiring bertambahnya usia dan semakin bijaksana, Hukumonline jangan terlalu banyak berubah. Selamat ulang tahun Hukumonline!
RED

Sulit dipercaya bahwa Hukumonline sedang merayakan hari jadinya yang ke-20. Fakta ini membuat saya merasa tua karena saya ingat ketika Hukumonline baru lahir. Soeharto mengundurkan diri di tengah-tengah kerusuhan di jalanan di banyak kota di Indonesia, yang dipicu oleh krisis ekonomi, yang diperparah oleh persepsi penyalahgunaan kekuasaan oleh Orde Baru.

Komunitas reformasi hukum yang baru bisa dibentuk saat itu berpikir untuk mendorong tercapainya perlindungan hak asasi manusia dan perubahan demokratis. Mungkin yang paling penting dalam komunitas ini adalah sekelompok 'teman' -PSHK, LeiP dan Hukumonline- yang beroperasi di beberapa ruang kantor bersama di sebuah Gedung bernama Puri Imperium di Jakarta saat itu.

Saya ingat berkunjung ke sana pada waktu itu, untuk membahas perkembangan hukum dengan mentor dan teman-teman seperti Ibrahim Assegaf, Rifqi Assegaf dan Bivitri Susanti, di antara banyak lainnya. Tempat itu dipenuhi dengan pemikiran segar dan ide-ide reformasi hukum, dan Hukumonline berada di garis depan dalam mengeluarkan ide-ide ini.

Sejak itu Hukumonline sudah berkembang menjadi satu-satunya sumber terpenting pengetahuan hukum Indonesia. Sebagian besar penelitian hukum Indonesia saat ini menggunakan menggunakan Hukumonline sebagai sumber data dan analisis. Daripada berfokus pada menulis tulisan hukum dalam rangka berkontribusi ke seri perayaan HUT ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang terdalam atas kualitas dan kuantitas yang dihasilkan Hukumonline.

Terus terang, tanpa Hukumonline, saya tidak dapat menghasilkan penelitian tentang hukum Indonesia. Maaf jika tulisan saya muncul seperti iklan untuk Hukumonline. Memang dapat dikatakan semacam ‘promosi’, tapi bukan untuk alasan komersial. Saya ingin menyoroti prestasi Hukumonline dan mendorongnya untuk terus maju, dan terus meningkat.

Hukumonline telah menjadi pelopor dalam banyak hal penting, empat di antaranya ingin saya kemukan di sini. Pertama, Hukumonline telah menjadi tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia yang tertarik dengan hukum Indonesia yang ingin mencari informasi dan analisis. Hampir selalu Hukumonline jauh lebih bermanfaat untuk dibaca daripada sumber berita lainnya, khususnya yang berkaitan dengan hukum. Saya memberi tahu para siswa, di Indonesia dan Australia, untuk menjadikan Hukumonline sebagai tempat panggilan pertama ketika mereka sedang meneliti bidang hukum Indonesia.

Untuk penelitian saya sendiri, khususnya tentang korupsi dan hukum tata negara, Hukumonline sangat berguna karena pandemi Covid-19 yang membuat perjalanan ke Indonesia menjadi terhambat (dan tampaknya tidak akan mungkin sampai setidaknya tahun depan). Pada buku 2018 terbaru saya (Indonesian Law, ditulis bersama oleh Profesor Tim Lindsey), kami mereferensikan tidak kurang dari 110 artikel Hukumonline yang berbeda.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua