Selasa, 14 July 2020

Funding Asing Diingatkan Dampak Lingkungan dari Stimulus RUU Cipta Kerja

Diharapkan agar menimbang bagaimana pemerintah Indonesia selama ini masih dinilai gagal melindungi lingkungan.
Moch. Dani Pratama Huzaini
Ilustrasi: BAS

Meski menuai polemik di tengah masyarkat, Pemerintah dan DPR terus berupaya untuk merampungkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Salah satu hal yang ramai ditentang dari RUU ini adalah rencana penyederhanaan sektor perizinan dengan menghapus sejumlah instrumen perlindungan lingkungan. 

Menghadapi langkah pemerintah yang semakin gencar, koalisi masyarakat sipil menyampaikan surat terbuka peringatan investasi (investment warning) ke sejumlah lembaga keuangan internasional, seperti World Bank, Asian Bank Development, International Finance Corporation, dan Asian Infrastructure and Investment Bank.

Surat terbuka peringatan investasi ini dilayangkan mengingat adanya standar yang diterapkan oleh lembaga pembiayaan internasional terhadap negara penerima investasi untuk memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan dan sosial. 

Selain itu, surat terbuka yang sama dikirimkan juga ke kedutaan besar negara-negara asing yang mempunyai kesepakatan kerja sama bilateral dan multilateral dengan Indonesia. Negara-negara tersebut dinilai telah terlibat dalam kesepakatan memberikan bantuan dana dan pinjaman untuk proyek-proyek besar di Indonesia, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Amerika Serikat, Norwegia, Jepang, dan Uni Eropa.

Tujuan pengiriman surat tersebut adalah meminta negara-negara investor baik yang memberikan pinjaman atau bantuan finansial untuk menelaah lebih lanjut manfaat yang dijanjikan dari Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Negara dan pendana global juga diharap agar menimbang bagaimana pemerintah Indonesia selama ini masih dinilai gagal melindungi lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Jasmine Puteri, menyebutkan Omnibus Law Cipta Kerja merupakan cerminan semakin rendahnya komitmen pemerintah dalam melindungi sumber daya alam, hutan, lahan, dan laut Indonesia. (Baca: Profesor Ini Sarankan Standar Lingkungan Hidup Diperkuat dalam RUU Cipta Kerja)

“Kita harus memperhitungkan bagaimana kebakaran hutan tiap tahun berulang di Indonesia dan industri batu bara yang masih mendominasi,” ujar Jasmine lewat keterangannya, Senin (13/7).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua