Selasa, 21 July 2020

20 Webinar Hukumonline: Meneguhkan Komitmen untuk Terus Berinovasi dan Berkontribusi bagi Indonesia

Rangkaian 20 Webinar Hukumonline ada untuk menyajikan ‘helicopter view’ sebagai pemandu langkah memahami situasi perubahan sebagai bekal saat merumuskan solusi.
CT-CAT

Selama empat hari berturut-turut, yakni dari tanggal 14-17 Juli 2020, Hukumonline telah merampungkan rangkaian ’20 Webinar untuk 20 Tahun Hukumonline’. Webinar yang diadakan secara gratis dan terbuka untuk umum ini merupakan bentuk komitmen Hukumonline dalam memberikan edukasi dan layanan hukum terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjadi perayaan atas hari jadi yang ke-20.

 

Beragam tema terkait masa depan hukum Indonesia mewarnai penyelenggaraan webinar, mulai dari bidang hukum, bisnis, kesehatan, pajak, teknologi, pendidikan, hingga strategi beradaptasi dengan perubahan dan kebiasaan baru, baik yang disebabkan oleh disrupsi digital maupun pandemi Covid-19. Isu-isu hukum terkini tersebut telah dikupas melalui pembahasan bernas yang menghadirkan 49 narasumber kompeten dan sederet tokoh nasional.

 

Sebagai bentuk dukungan atas perjalanan Hukumonline yang kian matang, kami menyambut baik antusiasme tinggi dari para peserta yang telah ikut aktif membangun iklim webinar jadi semakin berkualitas. Hingga sesi terakhir, tercatat ada lebih dari 8.000 pendaftar yang berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi; praktisi hukum seperti notaris, pengacara, dan legal counsel; pelaku usaha dan HRD perusahaan; hingga PNS dan beragam profesi di sektor pemerintahan.

 

Dalam sambutannya, Co-Founder Hukumonline, Ahmad Fikri Assegaf menyampaikan, rangkaian 20 Webinar Hukumonline ada untuk menyajikan ‘helicopter view’ sebagai pemandu langkah memahami situasi perubahan sebagai bekal saat merumuskan solusi. Hukumonline berharap, para peserta dapat mengambil sikap yang tepat, termasuk mendorong inovasi dalam berbagai bidang.

 

“Kami merasa sejarah seperti berulang. Serupa dengan saat kita dituntut segera beradaptasi dengan masa reformasi 20 tahun, dunia hukum harus mengambil langkah cepat atas kondisi yang sangat dinamis dan berskala global. Terutama, berkaitan dengan pandemi Covid-19. Tuntutan adaptasi kebiasaan baru tidak sekadar isu kesehatan penyelamat nyawa, tetapi juga penyelamatan ekonomi, negara, serta seluruh tatanan bangsa,” Fikri menambahkan.

 

Rangkaian 20 Webinar untuk 20 Tahun Hukumonline ini tidak akan terselenggara tanpa adanya dukungan dari key partners, narasumber, serta seluruh peserta yang telah turut menyukseskan acara ini. Turut menjadi pemateri, Hakim Konstitusi, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia—Prof. Dr. Saldi Isra, S.H. dengan tegas mengatakan, setelah terjadi perubahan besar di segala sektor kehidupan, termasuk di bidang hukum, Hukumonline menjadi salah satu produk reformasi sekaligus bagian dari upaya mempercepat transformasi hukum.

 

 

“Hukumonline memberikan bantuan yang sangat signifikan. Ketika para pihak yang hadir di MK menyebut produk hukum, kami para hakim dengan cepat mengakses di ruang sidang dan sebagian besar terjawab oleh rubrik-rubrik yang disediakan Hukumonline. Hukumonline menjadi perpustakaan online untuk kebutuhan hukum Indonesia. Saya bisa menemukan data-data lama dari Hukumonline, misalnya Perpres yang keluar tahun 1960-an dapat diakses di Hukumonline. Hukumonline sudah memberikan kontribusi yang penting untuk transformasi hukum kita terutama sejak (awal) berdirinya 20 tahun yang lalu. Semoga Hukumonline tetap ada 20 tahun ke depan (dan) 20 tahun ke depannya lagi,” tutur Saldi.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua