Jumat, 24 Juli 2020

Pelaku Usaha Diminta Patuhi Ketentuan Harga Patokan Mineral

HPM ini dalam rangka membuat tata niaga dalam subsektor minerba yang berkeadilan, kompetitif, dan transparan.
Moch. Dani Pratama Huzaini
Ilustrasi kegiatan usaha pertambangan. Foto: RES

Pemerintah mengingatkan pelaku usaha industri nikel untuk patuh terhadap ketentuan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara atau Harga Patokan Mineral (HPM). 

Permen ESDM ini dibuat untuk menjembatani kepentingan antara penambang nikel dan pelaku usaha pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel setelah sebelumnya pemerintah melalui Badan Konsultasi Penanaman Modal (BKPM) sempat mengeluarkan kebijakan moartorium ekspor bijih nikel.

“Kami minta seluruh pelaku usaha, baik penambang maupun smelter, untuk patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama,” ujar Deputi VI Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Septian mengingatkan, jika ada pihak yang tidak mematuhi ketentuan terkait HPM sebagaimana yang telah diatur lewat Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2020, akan dikenai sanksi secara tegas mulai dari peringatan tertulis, pemotongan kuota ekspor, bahkan sampai pencabutan ijin. 

“Pemerintah tidak akan berkompromi mengenai larangan ekspor bijih nikel. Hal itu merupakan amanat Undang-Undang. Keadilan harus ditegakkan baik kepada seluruh pelaku usaha,” tegas Septian.

Kementerian ESDM sendiri meyakini dengan penyempurnaan regulasi terkait HPM lewat Permen Nomor 11 Tahun 2020 dapat mendorong tumbuhnya pasar nikel domestik dan kemas memastikan penjualan bijih nikel sesuai dengan harga pasar. (Baca: Pelaku Usaha Punya Waktu 2 Tahun Ubah Perizinan Minerba dari Daerah Ke Pusat)

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Rida Mulyana mengatakan, penerbitan HPM yang tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2020 dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan penambang nikel maupun pelaku usaha smelter. 

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua