Selasa, 28 Juli 2020

Pasca Pandemi, Pemerintah Siapkan 2 Strategi Optimalkan Penerimaan Pajak

Terjadinya tren penurunan tax ratio membuktikan adanya aktivitas perekonomian yang belum tertangkap sepenuhnya dalam sistem.
Fitri Novia Heriani
Ilustrasi: BAS

Penerimaan negara dari sektor pajak ‘anjlok’ sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret lalu. Pada Kuartal II, penerimaan pajak tercatat mengalami penurunan yang cukup tajam dengan realisasi -15 persen.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacharibu,  sejak pemerintah memberlakukan new normal pada Juni lalu, angka realisasi penerimaan pajak terkoreksi  menjadi -12 persen. Hal ini menjadi sinyal baik bagi perekonomian Indonesia ke depannya.

“Juni recovery yang sangat cepat, tanda-tanda aktivitas perekonomian bergerak walaupun pertumbuhan ekonomi negatif tapi ke depannya peluang lebih besar, kalau perpajakan tertekan ekonomi tertekan begitu pula sebaliknya,” katanya dalam sebuah webinar, Jumat (24/7).

Anjloknya realisasi penerimaan pajak di tahun ini tentu akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menetapkan strategi perpajakan di tahun depan. Direktur Potensi Penerimaan dan Kepatuhan Pajak Ditjen Pajak Kemenkeu, Ihsan Priyawibawa, mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan dua strategi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak.

Dua strategi di maksud adalah perluasan taxbase dan peningkatan kepatuhan Wajib Pajak (WP). Perluasan taxbase dilakukan dengan penambahan objek dan subjek pajak baru. Sedangkan peningkatan kepatuhan WP dilakukan dengan voluntary compliance, pengawasan kepatuhan pajak, dan reformasi perpajakan. (Baca: Insentif Pajak Bantu Industri Jasa Hukum dalam Kelola Cash Flow)

Terkait pengawasan kepatuhan pajak, DJP akan mengoptimalkan pemanfaatan data dan risk management menuju model pengawasan yang terstruktur dan terukur. Ekstensifikasi caranya adalah denan melakukan ekstensifikasi berbasis kewilayahan berdasarkan data yang valid, pengawasan WP basis penerimaan, kemudian pemeriksaan dan penagihan sebagai tindak lanjut kegiatan pengawasan.

Selain itu, DJP juga fokus untuk memastikan insentif fiskal yang telah disediakan dapat dimanfaatkan oleh Wajib Pajak secara optimal yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan usaha, menjaga daya beli masyarakat, serta menjaga stabilitas ekonomi & keuangan.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua