Jumat, 31 Juli 2020

Naikkan Peringkat EODB, MA Akan Berikan Apresiasi ke Pengadilan dan Advokat Pengguna E-Court dan GS

E-Court dan E-Litigation dipercaya akan menjadi masa depan peradilan di Indonesia terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai ini.
RED
Ilustrasi

Hukumonline, Mahkamah Agung (MA) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkolaborasi untuk memberikan penghargaan pemanfaatan layanan prosedur pengadilan elektronik (E-Court) dan Gugatan Sederhana (GS) kepada pengadilan, advokat dan organisasi advokat. Penghargaan ini dilakukan di tiga lingkungan peradilan, yakni Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara (TUN).

Periode pemeringkatan sendiri dimulai dari Januari 2019 hingga 20 Maret 2020, di mana masing-masing kategori dipisahkan berdasarkan perspektif pengadilan dan perspektif pengguna, yakni advokat dan organisasi advokat tempat advokat tersebut bernaung. Salah satu tujuan pemeringkatan adalah untuk memberikan apresiasi kepada pengadilan dan para pihak lain seperti advokat yang telah aktif dalam memanfaatkan E-Court dan GS.

Pengumpulan data pada pemeringkatan ini dilakukan melalui aplikasi E-Court dan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di lingkungan MA. Populasi dalam pemeringkatan ini adalah seluruh satuan kerja (satker) di tiga lingkungan peradilan yang dibagi berdasarkan masing-masing kelas pengadilannya.

Dalam pemeringkatan E-Court dan GS ini, terdapat tiga tahap penilaian yakni, menentukan indikator dan mencari nilai prosentase (rasio) dari setiap indikator, menentukan prosentase bobot untuk setiap indikator dan mencari nilai prosentase dari setiap indikator atas pembobotan tersebut kemudian menjumlahkannya dan terakhir menentukan pemeringkatan.

Ketua Kelompok Kerja E-Court dan GS Award Prof. Takdir Rahmadi menyambut kerja sama ini. Menurutnya, pemberian apresiasi dan anugerah dalam rangka terus memicu dan meningkatkan pelayanan peradilan elektronik dan gugatan sederhana. Selain itu, penyelenggaraan ini juga bertujuan agar E-Court dan E-Litigation serta GS dapat lebih dipahami dan diketahui manfaatnya bagi masyarakat, yang pada kelanjutannya bisa memanfaatkannya secara optimal.

“Untuk itu Mahkamah Agung merasa perlu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan implementasi peradilan elektronik dan gugatan sederhana,” kata Takdir yang merupakan Ketua Kamar Pembinaan MA ini.

Ia percaya, pemeringkatan seperti ini dapat menjadi pendorong ditingkatkannya lagi penggunaan layanan E-Court dan Gugatan Sederhana bagi Pengadilan maupun Pengguna. Sementara itu, dari sisi internal MA, pagelaran ini diharapkan dapat memahami lebih lanjut apa hal-hal yang masih perlu ditingkatkan dari E-Court dan GS ini dengan melihat, mendengar, dan berinteraksi langsung dengan pengguna yang telah menggunakannya secara berkala.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua