Senin, 03 Agustus 2020

Mengenal Diplomasi Police to Police yang Mengakhiri Pelarian Djoko Tjandra

Jauh lebih efektif daripada metode lain.
Aji Prasetyo
Ilustrasi. Foto: RES

Kepolisian Republik Indonesia berhasil menangkap Djoko S Tjandra, buronan kasus korupsi Cessie Bank Bali beberapa hari lalu. Proses penangkapan dilakukan dengan metode kerja sama antar polisi Indonesia dengan polisi Diraja Malaysia atau dengan metode “P to P” yang berawal dari surat yang dikirimkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis kepada Kepala Polisi Diraja Malaysia.

Menurut Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit dalam konferensi pers sebelumnya, setelah adanya surat tersebut, pihak Kepolisian Diraja Malaysia dan Indonesia membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian dan terus melakukan koordinasi. Dari hasil penyelidikan itulah Djoko Tjandra berhasil diamankan aparat berwajib Malaysia yang lantas berkomunikasi dengan Kepolisian Indonesia.

“Seluruh proses berjalan lancar dan saudara Djoko Tjandra berhasil kita amankan melalui jalur penerbangan Halim Perdanakusumah,” kata Listyo, Kamis lalu. (Baca: Penangkapan Djoko Tjandra dan Penetapan Pengacara Sebagai Tersangka)

Dikonfirmasi Hukumonline, Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Raden Argo Yuwono menyampaikan kerja sama Kepolisian RI dengan aparat hukum negara lain memang kerap dilakukan dalam rangka penegakan hukum. Salah satu contohnya yaitu kerja sama berkaitan dengan kasus narkotika yang melibatkan jaringan internasional.

“Penangkapan narkoba yang besar melibatkan orang luar negeri selama ini kerja sama polisi dengan polisi negara lain, P to P itu Police to Police,” terang Argo. (Baca: Penangkapan Djoko Tjandra Pintu Masuk Bongkar Mafia Hukum!)

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana Indriyanto Seno Adjie menjelaskan kerja sama dengan metode P to P ini memang jauh lebih efektif daripada cara diplomasi lain seperti ekstradisi maupun Mutual Legal Assistance (MLA) yang sarat dengan birokrasi dan mekanisme hukum. Kerja sama ini lebih mengarah kepada hubungan timbal balik antar penegak hukum dua negara seperti dalam cara P to P ini.

High Level Diplomacy (HLD) dengan pendekatan Law Enforcement Policy ini pernah dilakukan Indonesia-Malaysia ketika pengalaman Indonesia saat penanganan korupsi IMDB dan Kapal Mewah Equaminity. Indonesia menyerahkan ke otoritas Malaysia melalui  Director Special Branch Kepolisian Diraja Malaysia,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua