Senin, 10 August 2020

Advokat Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan Statusnya Sebagai Tersangka

​​​​​​​Sidang akan diselenggarakan pada 21 Agustus 2020.
Aji Prasetyo
Anita Kolopaking. Foto: RES

Anita Dewi Anggraeni Kolopaking atau yang lebih dikenal dengan Anita Kolopaking, advokat yang menjadi penasihat hukum Djoko Soegiarto Tjandra ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Ia disangkakan Pasal 263 Ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik dari Jumat (7/8) sekitar pukul 10.30 WIB hingga Sabtu (8/8) Pukul 03.00 WIB, penyidik memutuskan Anita ditahan. Dilansir Antara, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Polisi Ferdy Sambo mengatakan penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan oleh Subdit 5 Dittipidum Bareskrim Polri.

“Jam 03.00 WIB (Sabtu, 8/8) selesai pemeriksaan langsung dilakukan penahanan selama 20 hari mulai tanggal 8-27 Agustus 2020,” ujar Ferdy.(Baca: Advokat Anita Kolopaking Diperiksa Dua Hari Berturut-turut oleh Bareskrim)

Andi Putra Kusuma, penasihat hukum Anita Kolopaking mengatakan pihaknya mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan Anita sebagai tersangka. Sementara terkait penahanan, Andi mengaku belum mengajukannya, sebab Anita ditahan setelah pihaknya mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dengan status tersangka.

“Di samping itu permohonan praperadilan yang diajukan bukan karena penahanan, tapi terhadap penetapan tersangkanya, buktinya permohonan sudah kami daftar sebelum penahanan. Tidak ada (soal penahanan) karena waktu praperadilan kami daftar, Bu Anita belum ditahan,” terang Andi kepada Hukumonline.

Saat ditanya mengenai materi permohonan praperadilan, Andi enggan mengungkapkannya dan meminta untuk menunggu hingga proses persidangan dimulai. “Intinya penetapan tersangka Bu Anita tidak  tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan undang-undang,” jelasnya.

Sementara terkait penahanan, Andi sendiri mengaku bingung mengapa langkah itu diambil penyidik pada kepolisian. Meskipun penahanan memang merupakan kewenangan penyidik, namun menurutnya tidak ada alasan mendesak untuk melakukan upaya paksa terhadap kliennya tersebut. ia berpendapat, upaya penahanan itu sangat dipaksakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua