Sabtu, 15 August 2020

Kirim SMS Spam Dini Hari, Indosat Digugat Pelanggan

Atas keluhan itu, Tergugat menyatakan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi. Meskipun SMS penawaran yang mengganggu tersebut sempat terhenti beberapa hari, namun beberapa waktu kemudian Tergugat kembali mengirimkan SMS penawaran tersebut secara berulang dan masif. Penggugat pun telah kembali melakukan komplain berulangkali kepada Tergugat pada bulan Maret hingga bulan Agustus 2020, baik melalui media sosial maupun customer care Tergugat. Faktanya, SMS penawaran yang mengganggu tersebut hingga bulan Agustus 2020 masih saja dikirimkan berulangkali.

"Kenyamanan saya selaku konsumen sangat terganggu akibat SMS penawaran yang dilakukan Indosat pada dini hari dan pada saat pulang kerja, jam istirahat, dan hari libur saya" ungkap Alvin.

Alvin melanjutkan sebagai konsumen berhak atas kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan jasa telekomunikasi yang dipakainya sebagaimana diatur Pasal 4 UU Perlindungan Konsumen. Atas ketidaknyamanan yang mengakibatkan terganggunya kehidupan Penggugat secara psikis, Kuasa Hukum Penggugat David Tobing menggunakan Pasal 15 UU Perlindungan Konsumen untuk menjerat PT Indosat Tbk. Pasal a quo melarang Pelaku Usaha menawarkan barang dan/atau jasa dengan cara pemaksaan atau cara lain yang dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikis terhadap konsumen.

David juga menyebutkan Indosat telah melanggar Pasal 23 ayat (2) huruf a dan b Permenkominfo No. 9 tahun 2017 tentang Penyelengaraan Jasa Penyediaan Konten Pada Jaringan Bergerak Seluler (Permenkominfo), dimana tindakan Tergugat merupakan penawaran yang mengganggu dan telah melanggar privasi Penggugat.

Tergugat juga dinilai David tak beritikad baik untuk menghentikan SMS penawaran yang mengganggu tersebut kepada Penggugat meskipun Penggugat telah berulangkali mengajukan keberatan. Perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) karena telah melanggar kewajiban hukum Tergugat sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (3) huruf b dan c Permenkominfo yakni (b) kewajiban untuk memasang sistem yang meminimalkan penyebaran pesan yang tidak semestinya; (c) membangun sistem pengaduan/laporan konsumen.

Seluruh perbuatan melawan hukum yang dilakukan Indosat itu, dipandang David telah menimbulkan kerugian immateril kepada penggugat. Untuk itu, guna mencegah adanya kerugian lebih lanjut, dalam petitumnya Penggugat meminta agar Majelis Hakim menghukum Tergugat (Indosat) untuk menghentikan SMS penawaran yang mengganggu dalam bentuk apapun kepada Penggugat melalui pesan singkat/short message service (SMS) serta Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi immateril kepada Penggugat sebesar Rp 100 (seratus rupiah).

Sementara itu, Hukumonline telah berupaya menghubungi Corporate Communication PT Indosat Tbk, Turina Farouk, namun hingga berita ini diturunkan, pihak Indosat masih belum memberikan tanggapan.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua