Kamis, 10 September 2020

Menariknya Profesi In House Counsel bagi Lulusan Sarjana Hukum

Profesi in house counsel menjadi salah satu profesi pilihan bagi para lulusan muda sarjana hukum. Terdapat kompetensi yang menantang bagi para sarjana hukum untuk terjun sebagai in house counsel.
Mochammad Januar Rizki
Hukumonline Gelar Bimbingan Kerja Online Bagi Fresh Graduate Hukum. Foto: RES

Selain menjadi advokat, terdapat berbagai profesi yang dapat digeluti para lulusan sarjana hukum setelah menempuh pendidikan tinggi. Salah satu pekerjaan yang menarik perhatian yaitu profesi penasihat hukum internal atau in house counsel suatu instansi atau perusahaan. Seiring dengan perkembangan bisnis tanah air, profesi in house counsel juga semakin tinggi kebutuhannya.

Untuk menjadi seorang in house counsel setidaknya harus memiliki pemahaman hukum seputarkegiatan bisnis korporasi tempatnya bekerja. Sebab, terdapat regulasi-regulasi khusus yang berlaku tergantung masing-masing sektor usaha korporasi tersebut. Contohnya, regulasi pertambangan memiliki perbedaan dengan industri telekomunikasi, jasa keuangan dan perdagangan. Sehingga, pemahaman yang mendalam seorang in house counsel akan mengeluarkan nasihat hukum lebih cermat.

Atas latar belakang tersebut, Hukumonline.com bekerja sama dengan Indonesian Coprorate Counsel Association (ICCA) mengadakan Online Training dengan judul “Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum: Profesi In-House Counsel” bagi lulusan muda hukum maupun mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum selama dua hari yang berlangsung pada 9-10 September 2020. (Baca Juga: Melihat Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kepailitan Dunia Usaha)

Melalui pelatihan tersebut diharapkan para lulusan muda hukum dapat memahami seluk beluk profesi in house counsel sebagai karirnya. Dalam pelatihan tersebut dihadiri para lulusan muda sarjana hukum yang sedang mencari dan telah bekerja dari berbagai universitas nasional. 

General Counsel PT Paragon Technology and Innovation, Yanne Sukmadewi, menceritakan pengalamannya sebagai seorang in house counsel di berbagai perusahaan. Dia menjelaskan pentingnya bagi seorang lulusan muda hukum untuk menambah pengetahuannya melalui berbagai kegiatan seperti organisasi, kursus dan sertifikasi. Dia menjelaskan dunia kerja sebagai in house counsel sangat membutuhkan berbagai keterampilan karena diperlukan saat menjalin hubungan kerja dengan pihak lain di luar hukum. (Baca Juga: 14 Poin Perubahan dalam RUU BI yang Dikhawatirkan Hilangkan Independensi Bank Sentral)

Sebagai seorang in house counsel perusahaan yang bergerak di bidang farmasi saat ini, Yanne menjelaskan tugasnya memimpin karyawan yang terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan seperti farmasi dan ekonomi, teknik kimia, arsitek hingga hubungan masyarakat.

“Sebagai seorang in house counsel di Paragon, Saya membawahi 17 orang karyawan yang tidak dari sarjana hukum saja. Kenapa bisa bermacam-macam latar belakang, karena general counsel meliputi 7 working units seperti corporate matters, compliance, regulatory affairs, permit and land management, corporate relations, export-import danIPR,” jelas Yanne. (Baca Juga: UKM Berorientasi Ekspor Bisa Peroleh Fasilitas Pembiayaan dan Suku Bunga Ringan)

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua