Jumat, 11 September 2020

Ku Menangis...Ketika Rumah Tangga di Ujung Jalan

Pahami aspek hukum perceraian dalam Melek Hukum edisi kali ini.
CT-CAT

Setiap masalah rumah tangga hendaknya diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Namun, jika segala upaya telah ditempuh, tetapi tidak berhasil dan rumah tangga tak bisa lagi dipertahankan, mungkin perceraian terpaksa menjadi pilihan terakhir. Jika memang harus demikian, pahami aspek hukum perceraian dalam Melek Hukum edisi kali ini.

 

Jika ada pertanyaan, silakan kirim ke http://www.hukumonline.com/klinik, tapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawaban dulu, ya!

 

1. Bentuk Upaya Hukum

Selengkapnya: Cerai Karena Gugatan dan Cerai Karena Talak - bit.ly/GugatTalak

 

2. Yang Mengajukan

Selengkapnya: Cerai Karena Gugatan dan Cerai Karena Talak - bit.ly/GugatTalak

 

3. Alasan Perceraian

Selengkapnya: Bisakah Bercerai Karena Suami Selalu Membanting Pintu? – bit.ly/AlasanCerai

 

4. Saat Terputusnya Perkawinan

Selengkapnya: Cerai Karena Gugatan dan Cerai Karena Talak - bit.ly/GugatTalak

 

5. Upaya Rujuk

Selengkapnya: Talak Tiga Karena Emosi, Lalu Ingin Rujuk Lagi - http://bit.ly/RujukSetelahTalak3

 

Dasar Hukum:

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (“KHI”) - bit.ly/KompilasiHukumIslam

 

Referensi:

Sayuti Thalib, 1986, Hukum Kekeluargaan Indonesia, UI-Press: Jakarta.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua