Senin, 14 September 2020

Melihat Trend Investasi Global dan Domestik Indonesia di Masa Pandemi

Meskipun peringkat Easy of Doing Business (EODB) Indonesia mengalami penurunan ke peringkat ke 73, namun poin rata-rata penilaian untuk EODB Indonesia mengalami peningkatan.
Moch. Dani Pratama Huzaini
Seminar internasional Peradi hasil kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Foto: istimewa

Kondisi ekonomi global akibat penyebaran pandemi Covid-19 dipastikan akan terus memburuk. Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Mei tahun ini memprediksi memburuknya ketimpangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun antar negara dunia. Pandemi akan membahayakan sektor bisnis manufaktur dan pariwisata, menekan pendapatan, mengurangi transfer pemerintah dan perlindungan sosial. 

Di Indonesia sendiri, pendapatan domestik bruto di kuartal ke 2 tahun 2020 minus 5,32% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019. 5,5 juta pekerja lokal terkena dampak negatif dari pandemi. Kepala Subdivisi Arbitrasi Badan Konsultasi Penanaman Modal (BKPM) Nova Herlangga Masrie mengungkap, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal kedua tahun 2020 mengalami penurunan -6,9%.

“Jika diakumulasi dari semester I mengalami penurunan -8,1%,” ujar Nova dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Bidang Hubungan Internasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) beberapa waktu lalu. 

Penurunan ini terjadi di seluruh dunia. Outlook perkembangan penanaman modal asing (foreign direct investment) Asia di empat tahun ke belakang menunjukan trend yang sama. Jika di tahun 2017 arus PMA di negara-negara-negara Asia sebesar 502 (USD Bilion), maka di tahun 2018 mengalami penurunan 1% menjadi 499 (USD Bilion). Tahun 2019 lebih parah lagi karena mengalami penurunan 5% menjadi (474). Dengan adanya pandemi di 2020, diprediksikan penurunan akan terjadi sebesar 45 hingga 30% (260-33- USD Bilion).

Nova mengatakan selama 10 tahun terkahir, total pertumbuhan tahunan dari investasi asing dan domestik di Indonesia sebesar 15,7%. Spesifik untuk investasi asing prosentasenya sebesar 11,6% dan investasi domestik sebesar 22,5%. Total nilai investasi sejak 2011 hingga kuartal pertama 2020 sebesar Rp 5,210.8 triliun. (Baca: Ekonomi Terdampak Covid-19, Penilaian EoDB Tetap Dilaksanakan)

Nova mengungkap, realisasi investasi di semester 1 tahun 2020 sebesar 49,3% atau 402,5 triliun dari total 817,2 triliun. Angka ini lebih besar dari realisasi investasi di semseter 1 tahun 2019 yang mana sebesar 395,6 triliun. Perbandingan investasi domestik dengan investasi asing dalam capaian semester 1 tersebut adalah 51,45 (207 triliun) dengan 48,6% (195,6 triliun).

Menurut Nova, terdapat beberapa keunggulan kompetitif dalam berinvestasi di Indonesia. Pertama, Indonesia merupakan sebuah pasar yang besar di mana merupakan 40% dari pasar ASEAN serta lokasinya yang strategis sehingga bisa digunakan sebagai penghubung untuk Asia dan Australia. Selain itu kaya bahan mentah untuk Sumber Daya Alam dengan harga bersaing serta penerapan not business as ussual selama pandemi.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua