Selasa, 15 September 2020

Menekankan Pro Bono bagi Advokat Saat Pandemi

“Peradi juga mengusulkan kepada MA agar membuka kesempatan persidangan e-Litigation termasuk melakukan upaya hukum secara elektronik. Apalagi, di berbagai pengadilan juga pandemi sudah merebak hingga dilakukannya pembatasan pelayanan,” ujarnya.

Menurutnya, perlu mencari solusi bersama untuk mencegah penyebaran pandemi dengan tetap memastikan pelayanan peradilan tetap berjalan termasuk dalam melakukan upaya hukum yang tenggang waktunya terbatas. “Sudah saatnya e-Court dan e-Litigation terus dioptimalkan untuk menjawab situasi krisis dan pandemi Covid-19 yang mulai meningkat saat ini,” harapnya.

Mewakili DPN Peradi, Rivai mengimbau kepada para advokat seluruh Indonesia dalam menjalankan tugasnya agar harus tetap disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, sering cuci tangan, dan menghindari keramaian/kerumunan. Selain itu, upayakan jika meeting dengan klien atau mitra advokat lakukan secara virtual, termasuk dokumen/surat masuk agar disterilisasi terlebih dahulu.

“Dalam persidangan upayakan secara e-Court dan e-Litigation. Apalagi, di beberapa pengadilan negeri (PN), Pengadilan Agama (PA), dan PTUN sudah ada pemeriksaan saksi/ahli ataupun mediasi secara online. Kita manfaatkan teknologi dalam situasi pandemi ini, seperti kata pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’,” pesannya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua