Rabu, 16 September 2020

Anggota Dewas KPK Berinteraksi dengan Pegawai Terpapar Covid-19

Akibatnya putusan sidang etik Firli Bahuri ditunda. ICW meminta jangan ada intervensi.
Aji Prasetyo
Ketua KPK Firli Bahuri (masker putih) usai menjalani sidang etik. Foto: RES

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menunda pembacaan putusan persidangan etik dengan terperiksa Ketua KPK Firli Bahuri. Penundaan tersebut dikarenakan adanya indikasi salah satu anggota Dewas melakukan interaksi dengan pegawai KPK yang positif terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati mengatakan penundaan sidang dilakukan karena dibutuhkannya tindakan cepat penanganan dan pengendalian Covid-19. Selain itu, pihaknya pada Selasa (15/9) kemarin juga melakukan tes swab kepada sejumlah pihak terkait, termasuk di antaranya para anggota Dewas KPK.

“Dari hasil tracing internal ditemukan indikasi interaksi antara pegawai yang positif Covid-19 dengan Anggota Dewas KPK,” kata Ipi. (Baca: Dewas Akan Gelar Sidang Kode Etik Terhadap Oknum Pegawai dan Pejabat KPK)

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan tes swab diutamakan bagi mereka yang pernah melakukan kontak langsung dengan salah seorang pegawai yang positif Covid-19. Mereka yang diutamakan yaitu Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatarongan Panggabean (THP) dan dua anggotanya Albertina Ho (AH) serta Syamsuddin Haris (SH). “Hari ini yang didahulukan tes swab yaitu anggota majelis etik karena sempat berinteraksi dengan pegawai tersebut. Urutannya Pak THP, Ibu AH, dan Bapak SH,” kata Ali saat dikonfirmasi terpisah.

Ketiga anggota Dewas dan sejumlah pegawai KPK nanti akan diminta bekerja dari rumah setelah menjalani tes swab. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan KPK. "Habis swab nanti bekerja dari rumah dahulu sampai keluar hasil tesnya," ucapnya.

Sejauh ini, KPK mengonfirmasi ada 69 pegawai yang dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut sebanyak 31 pegawai dinyatakan sudah sembuh dan 38 lainnya masih menjalani isolasi mandiri. Kemudian salah satu pegawai KPK Pandu Hendra Sasmita baru saja berpulang karena sakit setelah sebelumnya dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Sebelumnya Ali sempat mengumumkan Dewas akan membacakan putusan terkait dengan sidang etik terhadap Ketua KPK Firli Bahuri dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap. Pembacaan putusan ini setelah dilakukan serangkaian proses persidangan untuk kedua terperiksa itu dan diagendakan pada hari ini mulai pukul 09.00-12.00 WIB.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua