Kamis, 17 September 2020

Aspek-aspek Penting yang Harus Dipahami In House Counsel

Selain kemampuan hardskill, menjadi in house counse juga memerlukan kemampuan softskill seperti ingin terus belajar dan kemampuan berkomunikasi.
Mochammad Januar Rizki
Online Training Hukumonline 2020 bertema Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum: Profesi In-House Counsel. Foto: RES

Profesi in house counsel atau penasihat hukum internal perusahaan semakin menarik minat bagi para lulusan sarjana hukum. Hal tersebut tidak lepas dari semakin meningkatnya aktivitas bisnis di Indonesia sehingga profesi in house counsel juga semakin dibutuhkan.

Terdapat kompetensi yang harus dipenuhi bagi lulusan sarjana hukum agar dapat bekerja sebagai in house counsel perusahaan. Seorang in house counsel setidaknya harus memahami seluk beluk bisnis perusahaan. Dengan pemahaman tersebut, maka in house counsel dapat merancang kontrak bisnis atau menyusun aturan perusahaan secara tepat hingga menjadi negosiator bisnis yang andal.

Untuk memenuhi kompetensi tersebut, tentunya harus memiliki pengalaman oleh in house counsel. Lantas, bagaimana bagi seorang lulusan muda sarjana hukum yang ingin terjun berprofesi sebagai in house counsel? Nyatanya, peluang seorang lulusan muda sarjana hukum dengan minim pengalaman jadi in house counsel sangat terbuka lebar. 

Senior Legal Manager SOHO Global Health, Dian Rizky Amelia Bakara, mengatakan salah satu poin penting bagi in house counsel agar sukses dalam karir yaitu keinginan untuk terus belajar. Dia menjelaskan seorang in house counsel harus berani berkomunikasi dengan divisi lain seperti unit produksi untuk mengetahui secara detil bisnis perusahaan. Selain itu, seorang in house counsel juga harus rajin bertanya untuk mengikuti perkembangan bisnis perusahaan.

“Paling penting, kerendahan hati untuk terus bertanya, belajar dan tidak jumawa dengan kemampuan. Dengan sering bertanya maka kemampuan kita akan lebih kaya saat belajar dari orang lain,” jelas Dian dalam Online Training dengan tema “Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum: Profesi In-House Counsel” bagi lulusan muda hukum maupun mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum selama dua hari yang berlangsung pada 9-10 September 2020.

Selain itu, Dian menjelaskan seorang in house counsel juga harus memahami cara membuat perjanjian kerja sama atau kontrak bisnis. In house counsel harus memastikan kontrak bisnis tersebut dibuat secara detil agar jelas hak dan kewajiban para pihak yang terlibat. Selain itu, in house counsel juga harus menempatkan posisi sebagai perwakilan perusahaan sehingga kontrak tersebut tidak menimbulkan kerugian.

“Aku selalu membiasakan dalam perjanjian coba memikirkan apa yang Aku inginkan dan takutkan. Sehingga, Aku menjadi bagian dari perusahaan sehingga bisa melihat apa yang jadi msalah kemudian hari,” jelasnya. (Baca Juga: Menariknya Profesi In House Counsel bagi Lulusan Sarjana Hukum)

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua