Jumat, 18 September 2020

Ciri dan Cara Hadapi Developer Nakal

LIA punya tips untuk mencari tahu developer nakal dan cara-cara menghadapinya. Yuk, simak!
CT-CAT

Mau beli rumah tapi merasa nggak yakin sama developernya? Atau malah sudah punya rumah, eh tiba-tiba plafon rumah ambruk? Kalem, nih, LIA kasih tahu tips cari tahu developer nakal dan cara-cara menghadapinya. Yuk, simak ringkasannya dalam Melek Hukum kali ini!

 

Jika ada pertanyaan, silakan kirim ke http://www.hukumonline.com/klinik, tapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawaban dulu, ya!

 

1. Cara Tahu Developer Nakal

Selengkapnya:


  1. Langkah Menghadapi Developer Nakal - bit.ly/DeveloperNakal  

  2. Cara Mengetahui Penjual Tanah yang Beriktikad Baik - bit.ly/IktikadBaik

 

2. Mengubah Sepihak Harga Rumah

Selengkapnya:

Harga Jual Rumah Diubah Sepihak, Dapatkah DP Dikembalikan? – bit.ly/HargaRumahNaik

 

3. ‘Ngasal’ Bangun Rumah

Selengkapnya:

Plafon Rumah Ambruk, Kontraktor atau Developer yang Bertanggungjawab? – bit.ly/PlafonAmbruk

 

4. Menjaminkan Sertifikat Tanpa Izin

Selengkapnya:

Langkah Hukum Jika Developer Menjaminkan Sertifikat Tanpa Seizin Konsumen - bit.ly/SertifikatDeveloper

 

5. Memaksa Bayar Kelebihan Tanah

Selengkapnya: Jika Developer Memaksa Pembeli untuk Membayar Kelebihan Tanah - bit.ly/BayarTanah

 

Dasar Hukum:


  1. Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) – bit.ly./KUHPer;

  2. Undang-Undang 4/1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah (“UU Hak Tanggungan”) – bit.ly/UUHakTanggungan;

  3. Undang-Undang 2/2017 tentang Jasa Konstruksi (“UU 2/2017”) - bit.ly/UU2_2017;

  4. Peraturan Pemerintah 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah (“PP 24/1997”) - bit.ly/PP24_1997;

  5. Peraturan Pemerintah 22/2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang 2/2017 tentang Jasa Konstruksi (“PP 22/2020”) - bit.ly/PP22_2020.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua