Jumat, 18 September 2020

Cara IKA FH Usakti Mengukuhkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Terdapat 16 perwakilan IKA FH Usakti yang mengikuti program virtual Lemhannas yang terdiri atas beragam profesi seperti Komisioner Komjak RI, advokat, jaksa, ASN, dosen, hingga wiraswasta.
CT-CAT
upacara pembukaan Pelatihan untuk Pelatih (ToT) serta Pembinaan dan Pelaksanaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan oleh Lemhannas RI pada Senin (14/9). Foto: istimewa.

Sebagai bangsa yang kaya akan keragaman suku, budaya, bahasa, etnis, agama dan golongan—Indonesia memiliki sumber-sumber kekuatan positif jika dikaitkan dengan proses pembangunan. Namun, pada saat yang sama, jika tidak dikelola dengan baik, kemajemukan ini juga mengandung potensi konflik yang meretakkan persatuan dan kesatuan bangsa. Menyadari akan potensi sekaligus tantangan tersebut, Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Usakti) baru-baru ini telah mengirimkan pengurus dan anggotanya untuk mengikuti program virtual ‘Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Setidaknya, ada 16 perwakilan IKA FH Usakti yang menghadiri program tersebut, terdiri atas beragam profesi, seperti Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) RI, advokat, jaksa, ASN, dosen, hingga wiraswasta.

 

Terdapat empat gelombang program ‘Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan’ yang diselenggarakan secara daring via Zoom. Setiap gelombang akan menghadiri pelatihan untuk pelatih (Training of Trainers-ToT) serta pembinaan dan pelaksanaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) selama enam hari, dimulai dari tanggal 14 September 2020 hingga 5 Desember 2020. Adapun program Lemhannas ini diikuti oleh 1270 peserta yang terdiri atas 850 peserta ToT dan 420 peserta pembinaan dan pelaksanaan Taplai.

 

Dalam sambutannya pada upacara pembukaan hari Senin (14/9), Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme tinggi peserta terhadap pelestarian nilai-nilai kebangsaan. Lebih lanjut ia mengatakan, situasi pandemi Covid-19 merupakan contoh yang baik untuk dapat memahami pengertian ketahanan nasional. Agus sendiri berharap, kegiatan yang dirancang selama enam hari untuk setiap angkatan dapat membekali setiap peserta dengan materi-materi terkait empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, sesanti Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, serta paradigma nasional yaitu wawasan nusantara, ketahanan nasional, dan kewaspadaan nasional.

 

“Kelemahan-kelemahan mentalitas dan moralitas masih perlu mendapatkan perhatian. Permasalahan yang menonjol adalah penurunan mentalitas menyangkut disiplin, budaya, etos kerja, moral, etika serta jiwa nasionalisme dan patriotisme. Oleh karena itu penting untuk terus ditanamkan dan ditumbuhkembangkan wawasan dan karakter kebangsaan,” tutur Agus Widjojo.

 

Perwakilan peserta program ‘Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan’ oleh Lemhannas hadir pada upacara pembukaan. Foto: istimewa.

 

Ketua Umum IKA FH Usakti sekaligus Alumni PPRA LVIII Lemhannas RI, Rivai Kusumanegara mengatakan, dengan ikut serta dalam program Lemhanas ini, para alumni Trisakti diharapkan tidak hanya mengemban nilai-nilai Reformasi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan kepemimpinan yang baik. Jadi, nilai-nilai yang telah dimiliki dapat terus dikembangkan dalam komunitas dan profesi masing-masing.

 

Mengingat program ini dibiayai APBN dan memiliki kuota peserta terbatas, Rivai ingin agar di tahun-tahun berikutnya IKA FH Usakti dapat kembali mengirimkan perwakilannya. “IKA FH Usakti juga berbangga karena anggotanya terpilih menjadi perwakilan peserta dalam upacara pembukaan yang dipimpin oleh Gubernur Lemhannas RI. Perwakilan yang terpilih adalah Bhatara Ibnu Reza yang saat ini menjalankan amanah sebagai Komisioner Komjak RI,” ucap Rivai.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua