Senin, 21 September 2020

Cari Pelaku, Bareskrim Layangkan SPDP Hingga Periksa Belasan Saksi

Penyidik bakal kembali memeriksa 12 saksi yang berada di lokasi saat si jago merah melalap Gedung Kejaksaan Agung.
Rofiq Hidayat
Penampakan gedung utama Kejaksaan Agung usai terbakar pada Sabtu (22/8) malam hingga Minggu (23/8) pagi. Foto: RES

Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Polri berupaya bekerja cepat untuk mengungkap penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa pekan lalu. Penyidik Bareskrim telah melayangkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan. Selanjutnya, Kejaksaan bakal membentuk jaksa P-16.

“Iya mengirimkkan SPDP ke Kejagung (hari ini, red),” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Raden Prabowo Argo Yuwono melalui siaran pers kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Menurut Argo, dalam upaya mencari pelaku, penyidik memeriksa saksi sebanyak 12 orang. Saksi tersebut merupakan orang yang dipandang melihat, mendengar, dan mengetahui terjadinya peristiwa tersebut. Ternyata, belasan saksi tersebut merupakan orang-orang yang pernah dimintakan keterangan pada tahap penyelidikan. Sementara jumlah saksi yang sudah diperiksa di tahap penyelidikan berjumlah 131 orang.

Jenderal polisi bintang dua itu memastikan surat panggilan terhadap 12 saksi itu telah diterima. Dia meminta para saksi itu dapat memenuhi panggilan sebagai bagian dalam membantu penyidik mencari pelaku penyebab terjadinya kebakaran Gedung Kejagung. Meski tidak merinci nama ke-12 saksi tersebut, namun belasan saksi itu merupakan orang-orang berada di lokasi saat si jago merah melalap Gedung berlantai 7 itu.

Seperti saksi berasal dari luar lingkungan kejaksaan. Antara lain tukang, saksi dari lingkungan Kejaksaan, seperti pramubakti dan cleaning service. Kasus yang sudah masuk ke tahap penyidikan diharapkan dapat menemui titik terang perihal siapa gerangan pelaku yang menyebabkan peristiwa kebakaran tersebut.

Terpisah, Ketua DPR Puan Maharani mengapresiasi kerja cepat penyidik Bareskrim. Dia meminta semua pihak bersabar dan memberikan kesempatan bagi penyidik untuk membongkar peristiwa nahas tersebut. Yang pasti, hasil penyidikan penyidik dinanti-nanti publik. “Bagaimana hasilnya, itu yang nanti akan kita respon kembali,” kata dia.

Politisi PDI Perjuangan itu yakin dengan profesionalitas kerja penyidik Bareskrim untuk mencari pelaku yang mengakibatkan terjadinya kebakaran Kejaksaan Agung. Namun, lagi-lagi, kerja penyidik Bareskrim tak terlalu didesak-desak. Sebab, penyidikan perkara ini membutuhkan waktu yang cukup lama. “Beri kesempatan pada polisi sampai didapatkan fakta dan bukti di lapangan,” katanya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua