Rabu, 30 September 2020

Apindo Ingatkan Pentingnya Prinsip Ketenagakerjaan Inklusif

Karena itu, sebagai upaya untuk mewujudkan ketenagakerjaan inklusif, Apindo bersama sejumlah pihak menginisiasi terbitnya buku Panduan Kesetaraan dan Inklusivitas di Tempat Kerja.
Ady Thea DA
Ilustrasi tempat kerja. HGW

Prinsip ketenagakerjaan inklusif penting untuk diterapkan di tempat kerja. Sebagai upaya menerapkan prinsip itu, Apindo bersama sejumlah pihak menginisiasi terbitnya buku Panduan Kesetaraan dan Inklusivitas di Tempat Kerja. Ketua Umum DPN Apindo, Hariyadi B Sukamdani mengingatkan prinsip kesetaraan, nondiskriminasi, dan menghormati HAM tercantum dalam sejumlah regulasi antara lain UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Misalnya, Pasal 5 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan. Pasal 6 UU Ketenagakerjaan menjelaskan setiap buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha.

Bagian Keempat UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengatur sejumlah pasal terkait ketenagakerjaan inklusif bagi penyandang disabilitas. Misalnya, Pasal 53 ayat (1) UU No.8 Tahun 2016 memandatkan pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Pasal 53 ayat (2) menyebut perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja.

Namun menurut Hariyadi, persoalan yang dihadapi dunia usaha dalam melaksanakan prinsip ini salah satunya karena tidak mengetahui bagaimana implementasinya. Karena itu, buku panduan ini penting agar pengusaha tidak perlu memulai dari nol untuk melaksanakan prinsip kesetaraan dan inklusivitas di tempat kerja ini, tapi bisa memulai dengan apa yang sudah ada di perusahaan. Misalnya, merekrut penyandang disabilitas yang sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

“Tidak mudah bagi dunia usaha untuk menjalankan ini karena dituntut harus kompetitif dan produktif. Maka dari itu para pengusaha harus saling bergandengan tangan mewujudkan ini,” kata Hariyadi dalam acara peluncuran buku Panduan Kesetaraan dan Inklusifitas di Tempat Kerja, Selasa (29/9/2020). (Baca Juga: Melihat Dampak Pandemi Covid-19 dalam Hubungan Kerja)

Penulis buku sekaligus perwakilan manajemen PT Dayalima Abisatya, Dadan Sukma, menjelaskan penyusunan buku ini melibatkan banyak pihak mulai dari Apindo, perwakilan buruh, pemerintah, ahli dan organisasi pemerhati penyandang disabilitas. Buku panduan ini dibuat sederhana dan praktis agar mudah dipahami dan dijalankan.

Dadan membeberkan pengalaman di perusahaan tempatnya bekerja dalam menjalankan prinsip kesetaraan dan inklusivitas yakni dengan memulai dari apa yang sudah dimiliki perusahaan, dan membuat perencanaan. “Perubahan bisa dimulai dari apa yang kita punya, pengalaman kami seperti itu sampai akhirnya kami mampu mempekerjakan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua