Rabu, 30 September 2020

​​​​​​​Yuk Ikuti Survei Hukumonline Award Pro Bono Champions 2020

​​​​​​​Dalam survei kali ini, para advokat dan kantor hukum yang melakukan kegiatan pro bono dapat menceritakan pengalamannya saat mendampingi klien yang khususnya terdampak Covid-19.
RED

Hukumonline kembali menggelar survei Pro Bono Champions 2020. Ajang tahunan secara nasional kali ini merupakan penyelenggaraan ketiga yang digelar Hukumonline. Seperti tahun-tahun sebelumnya, survei ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih akurat sejauh mana kultur pro bono telah diterapkan oleh kantor-kantor hukum di Indonesia.

Bukan hanya itu, Pro Bono Champions 2020 ini merupakan bentuk apresiasi Hukumonline kepada para advokat dan kantor-kantor advokat yang telah berdedikasi dalam menjalankan kewajiban pro bono. Survei ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh stakeholder dalam memberikan kesempatan baik bagi kantor hukum, maupun advokat secara individu untuk tergerak melakukan kegiatan-kegiatan pro bono.

Adapun jenis pro bono yang diberikan mencakup litigasi dan non-litigasi sesuai dengan Panduan Pro Bono yang diterbitkan Hukumonline dan The Asia Foundation (TAF) melalui program eMpowering Access to Justice (MAJu) yang didukung the United States Agency for International Development (USAID).

Dalam Pedoman Panduan Pro Bono tersebut, layanan pro bono litigasi diberikan untuk seluruh rangkaian proses peradilan, baik tingkat pertama, banding, kasasi, maupun proses peninjauan kembali (jika berlaku). Layanan pro bono litigasi dapat diberikan untuk perkara perdata, pidana atau tata usaha negara. Dalam perkara pidana, pemberian Layanan pro bono dapat diberikan sejak proses pelaporan dan pemeriksaan di kepolisian dan penuntutan di kejaksaan.

Sedangkan layanan pro bono non-litigasi dapat diberikan melalui berbagai kegiatan, seperti; pemberian pendidikan hukum; investigasi hukum; konsultasi hukum; perancangan kontrak hukum (legal drafting) atau pemberian pendapat hukum (legal opinion); riset hukum; dan penyelesaian sengketa di luar pengadilan (contoh: mediasi atau arbitrase); serta berbagai aktivitas lainnya yang mempunyai kontribusi bagi pembaharuan hukum nasional, seperti advokasi kebijakan yang berhubungan dengan hak asasi manusia dan pelaksanaan piket rutin di pos bantuan hukum di pengadilan.

Dalam survei tersebut akan mengerucut pada pemeringkatan kantor hukum yang advokatnya paling lama dan terbanyak melakukan kegiatan pro bono sepanjang periode September 2019 hingga Agustus 2020. Namun, ada yang berbeda dalam survei Pro Bono Champions 2020 kali ini, salah satunya terdapat pertanyaan mengenai penanganan pro bono kepada masyarakat yang terdampak pandemi Corona Virus Disseas (Covid-19).

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang menerpa dunia hingga Indonesia sampai saat ini berdampak ke berbagai sektor. Dalam survei kali ini, para advokat dan kantor hukum yang melakukan kegiatan pro bono dapat menceritakan pengalamannya saat mendampingi klien yang khususnya terdampak Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua