Jumat, 09 October 2020

4 Perkara yang Bikin ‘Ramai’ Pengadilan Agama

Selain perceraian, apa saja perkara yang bikin ramai di Pengadilan Agama?
CT-CAT

Kabarnya, kasus perceraian melonjak selama pandemi ini berlangsung. Bicara kasus perceraian bagi pasangan beragama Islam, pasti tidak akan lepas dari yang namanya peran Pengadilan Agama. Namun, tahukah kamu kalau yang ikut ‘meramaikan’ Pengadilan Agama bukan hanya kasus perceraian? Nah, beberapa di antaranya akan ikut kami bahas di Melek Hukum kali ini.

 

Jika ada pertanyaan, silakan kirim ke http://www.hukumonline.com/klinik, tapi sebelum kirim, silakan cek arsip jawaban dulu ya!

 

1. Wewenang

Selengkapnya: Peradilan Agama - bit.ly/KewenanganPeradilanAgama

 

2. Perceraian

Selengkapnya: Bagaimana Mengurus Perceraian Tanpa Advokat? - bit.ly/UrusCerai

 

3. Fatwa Waris

Selengkapnya: Cara Pembatalan Fatwa Waris Jika Ada Ahli Waris yang Keberatan - bit.ly/FatwaWaris

 

4. Isbat Nikah

Selengkapnya: Isbat Nikah: Prosedur, Syarat, dan Implikasi Hukumnya - bit.ly/IsbatNikah

 

5. Izin Poligami

Selengkapnya: Prosedur Poligami yang Sah - bit.ly/PoligamiSah

 

Dasar Hukum:

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) – bit.ly/UUPerkawinan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;

 

2. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (“KHI”) – bit.ly/KompilasiHukumIslam;

 

3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (“UU 7/1989”) – bit.ly/UU7_1989 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (“UU 3/2006”) – bit.ly/UU3_2006 dan diubah kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama – bit.ly/UU50_2009.

 

Referensi:

Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama: Buku II (“Pedoman Peradilan Agama”) – bit.ly/PedomanPengadilanAgama

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua