Selasa, 13 October 2020

Pertimbangan In-House Counsel saat Menunjuk Lawyer Eksternal Mewakili Kepentingan Perusahaan

Jika transaksi yang ditangani merupakan transaksi lokal maka keberadaan lawyer asing tidak terlalu dibutuhkan. Namun untuk transaksi regional maupun internasional, keberadaan lawyer asing tentu saja menjadi penting.
Moch. Dani Pratama Huzaini
Head of Legal & Corporate Secretary Indosat Ooredoo, Gilang Hermawan dan Head of legal Compliance Group Serba Mulia, Nur Mustika Ningtyas. Foto: RES

Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, suatu perusahaan sering kali membutuhkan peran lawyer eksternal. Meskipun setiap perusahaan telah memiliki In-House Legal Counsel.Namun untuk beberapa hal, peran lawyer eksternal menjadi penting untuk mewakili kepentingan perusahaan saat berhadapan dengan rekanan (counterpart) di luar perusahaan. Karena itu, antara In-House Legal Counsel dan lawyer eksternal merupakan mitra untuk mewujudkan tujuan dari satu perusahaan.

Hukumonline mencoba untuk mencari tahu bagaimana pola relasi antara In-House Legal Counsel dengan lawyer eksternal. Terutama apa saja yang menjadi kriteria dari perusahaan dalam menunjuk rekanan lawyer eksternal untuk mewakili kepentingan-kepentingan hukum perusahaan.

Head of legal Compliance Group Serba Mulia, Nur Mustika Ningtyas, menjelaskan terdapat tiga alasan perusahaan menggunakan jasa lawyer ekternal. Pertama, alasan yang dikarenakan peraturan perundang-undangan. Dalam konteks ini mustika mencontohkan apabila perusahaan akan melakukan penawaran (Initial Public Offering) saham di pasar saham. Beradasarkan regulasinya, aktivitas IPO mensyaratkan adanya profesi jasa penunjang yang mana salah satunya adalah konsultan hukum pasar modal. 

“Terkait dengan capital market mau gak mau harus ada profesi jasa penunjang yang disebut konsultan hukum pasar modal,” ujar Mustika kepada hukumonline saat diwawancarai beberapa waktu lalu. (Baca: Melihat Peran In House Counsel di Industri E-Commerce)

(Head of Legal Compliance Group Serba Mulia, Nur Mustika Ningtyas)

Kemudian yang kedua, menurut Mustika adalah pada saat perusahaan memiliki transaksi tertentu dalam jumlah yang cukup besar. Dalam situasi seperti ini, Mustika menjelaskan dibutuhkan peran lawyer eksternal untuk mewakili kepentingan hukum perusahaan. Lazimnya pihak yang akan berhubungan adalah antara lawyer perusahaan dengan lawyer counterpart.

Menurut Mustika, ada kecenderungan perusahaan menghindari pertemuan secara langsung dengan counterpart. Karena itu peran lawyer dibutuhkan untuk berhubungan dengan lawyer counterpart sehingga sedari awal bisa dipilah terlebih dahulu aspek-aspek yang sekiranya resisten terhadap perusahaan.

“Sebaiknya dihindari karena kalau berhadapan dengan lawyer minimal dia bisa sharing dulu. Jadi gak harus company yang memutuskan karena sebagai lawyer harus tahu risiko ke depan seperti apa,” terang Mustika.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua