Rabu, 14 Oktober 2020

Kronologi Surat Palsu Djoko Tjandra Bersama Anita Kolopaking dan Brigjen Prasetijo

​​​​​​​Para penasihat hukum ajukan eksepsi.
Aji Prasetyo
Djoko Tjandra mengenakan rompi tahanan. Foto: RES

Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra bersama-sama dengan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo didakwa melakukan tindak pidana pemalsuan surat yang bertentangan dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pemalsuan surat, menurut penuntut umum dalam surat dakwaan digunakan untuk kepentingan Joko Tjandra yang merupakan buronan sejak 2009 dan berstatus terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali dengan vonis selama dua tahun. Joko disebut menggunakan sejumlah cara untuk kembali ke Indonesia agar bisa lepas dari Red Notice Interpol dan menghindari eksekusi.

Penuntut umum menyatakan awal mula kejadian ini. Awalnya Djoko Tjandra dikenalkan ke Anita pada November 2019 di kantor Exchange lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia ingin menggunakan jasa Anita sebagai kuasa hukumnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap perkaranya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Oleh karena itu dibuatlah surat kuasa khusus tertanggal 19 November 2019.

Kemudian pada April 2020, Anita mendaftarkan permohonan PK itu di PN Jakarta Selatan, namun pada akhirnya permohonan itu ditolak karena berdasarkan SEMA Nomor 1 Tahun 2012, pemohon PK harus hadir dalam persidangan. Joko Tjandra yang berada di Malaysia tidak ingin keberadaannya diketahui, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya penambahan sejumlah dokumen untuk bepergian.

“Maka Joko Tjandra meminta Anita Kolopaking untuk mengatur segala urusannya termasuk mengatur kedatangan dan segala sesuatu di Jakarta dan juga segala urusan penjemputan dan pengantaran di Indonesia yang rencananya melalui bandara Supadio, Pontianak,” kata penuntut dalam surat dakwaannya di PN Jakarta Timur, Selasa (13/10).

Joko kemudian meminta Anita menghubungi Tommy Sumardi karena ia meyakini Tommy dapat membantu hal tersebut. Tommy yang sudah kenal Brigjen Pol Prasetijo mengenalkan Anita dengan jenderal bintang satu itu dengan maksud agar Anita mempresentasikan kedudukan hukum Joko Tjandra selaku kliennya.

Pada 29 April 2020, Anita bertemu dengan Prasetijo selaku Kepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri di Jalan Trunojoyo 3, yang saat itu Anita mempresentasikan sekaligus mendiskusikan persoalan hukum. Dan hal ini semakin meyakini jika Joko Tjandra akan difasilitasi dan dibantu dalam menghadapi permasalahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua